Emak, Saya dan Keluarga…

IMG_0474.JPG

(Selamat Paskah!)

Sesampai di Jerman, disambut suasana Paskah di salah satu sudut hotel tempat bang Steph nginap beberapa tahun ini. Cantik ya? (fasilitas kantor) Noted. Nggak sanggup bayar tertahun-tahun di sini dari kantong sendiri maksudnya. Ini jadi rumah kedua buat kami, terimakasih buat kantor yang menyediakannya.

Hari Minggu sore, tanggal 1 April 2018, kami tiba kembali di Jerman, setelah 21 hari perjalanan ke Jakarta dan sekitarnya. Sangat singkat karena dalam perjalanan sendiri hitungannya kena 4 hari. Tapi apapun itu, disyukuri saja.

Ulang Tahun Emak

Perjalanan utama kami adalah untuk bisa ikut dalam perayaan ulang tahun emak, yang sekaligus kami adain acara sederhana. Mendadak juga rencana pulangnya, tapi senang karena semuanya berjalan dengan baik. Ito dan keluarga bisa datang dari Bonapasogit, kami berlima dari Jerman hadir dan juga kakak dari Amerika bisa datang. Mama senang karena anak-anaknya ngumpul, dan itu yang kami inginkan. Tentang foto-foto, lagi-lagi belum ada laporan dari photografer, yang penting tulis saja dulu.

IMG_0126a

(The queen of the day, emak…hihihi)

Puji syukur kepada Tuhan, emak diberi umur panjang. Semoga sehat-sehat dan selalu dipenuhi sukacita di masa tua nya ini. Beberapa tahun terakhir ini, mama sudah HD dua kali seminggu. Bukan hal yang mudah buat keluarga kami, namun melihat semangat mama, kami tidak putus-putus bersyukur buat setiap moment kebersamaan yang masih Dia beri. Emak tidak sekalipun terlihat menjadi lemah terutama imannya. Puji Tuhan, semua keluarga kakak-kakak dan Ito yang di Jakarta sangat telaten mengurus.

Tidak terasa emak sudah tua. Di mataku, dalam ingatanku, masih kebayang emak yang lincah. Kadang, waktu-waktu itu terasa semakin singkat saat terselip rasa kuatir. Kuatir kebersamaan kita di dunia ini semakin singkat. Padahal, umur adalah anugerah tidak terukur dan tidak pernah bisa ditebak manusia.

Apa yang paling saya ingat dari emak?

Yang pasti, yang paling saya kagumi dari mama adalah ketergantungannya sama Tuhan nya. Emak kami adalah seorang pendoa. Sejak dulu masih kecil, saya sudah ingat perihal ibadah malam bersama, bahkan saat belum paham dengan doa, malas masih mendera, capek habis main seharian… kita semua selalu diminta menaikkan doa masing-masing sebelum tidur. Dulu, saat ada kesempatan lihat mama bangun pagi, emak selalu terlihat melipat tangan sambil manggut-manggut berlama-lama, ini pemandangan biasa buatku sejak kecil. Dan kemarin, sebelum meninggalkan Jakarta, sempat kuintip, mama masih saja melakukan hal yang sama.

IMG_0077a.jpg

(Saat emak memberi nasihat dan mendoakan kami)

Peran seorang ibu memang sangat besar dalam keluarga. Keluarga bukan hanya perlu seorang ibu yang pintar (atur keuangan, ngurus rumah tangga sampai ngajarin anak), juga punya naluri keibuan dan mengutamakan keluarga (faktanya, banyak yang ninggalin pekerjaan demi keluarga), tapi keluarga juga perlu seorang ibu yang menjadi sosok teladan. Anak akan lebih sering bersama ibu, karena itu, mau tidak mau pengaruh ibu sangat dominan bagi anak. Buat para Ibu, berbahagialah dengan peran ini, sekaligus berhati-hati dalam setiap tindakan karena kita sedang mengestafetkan sesuatu kepada anak-anak kita.

Jadi, kalo ibu adalah ibarat tiang penopang rumah tangga, tiang-tiang penompang keluarga kami adalah doa. Hasil kerja keras bisa saja menguap, tapi doa-doa selalu menuju tempat yang tepat dan juga menguatkan keluarga sepanjang waktu. Kalo tidak, bagaimana bisa emak dan bapak membesarkan dan menyekolahkan 12 anak dulu? Bisa menghadapi kebandelan dan perbedaan kharakter 12 anaknya? Saya paling jarang menggunakan kata bangga, tapi kali ini ingin meminjam kata itu. Iya, saya bangga punya orangtua seperti mereka.

IMG_0056a.jpg

(Saat rombongan dari Jerman antri nyuapin emak)

 

IMG_0063a

(Saya dapat giliran terakhir, si anak bontot…)

IMG_0070a.jpg

(Giliran bang Steph, dia suapin emak banyak-banyak, jadi sedikit kucerewetin… haha)

Mengingat keharmonisan emak dan bapak, dulu, selalu menyimpulkan senyum manis buatku hingga saat ini. Saya tidak pernah mendengar bapak menaikkan suara (marah) sama emak dan sebaliknya. Sekarang saya mengerti dan ini menjadi doaku, semoga, kami semua keturunannya juga bisa meneruskan ini.

IMG_0051a

(Bang Steph dan saya dengan background foto emak-bapak, setelah di crop habis yang masih juga kelihatan punggung orang)

Selain pendoa, yang paling kuingat dari emak adalah nggak pernah marahin saya (si bontot gitu lah kan…haha). Juga, emak selalu memberi kebebasan untuk memilih, dalam hal apapun itu. Mulai dari urusan sekolah, bahkan ketika saya punya hubungan backstreet (tidak diijinkan adat) sama seseorang, mama hanya balik bertanya, apakah saya bahagia?

Iya. Emak itu selalu nge-shoot balik dengan pertanyaan, biar kita mikir. Haha. Saya nggak pernah dapat jawaban, “tidak” secara langsung dari emak. Emak memang sangat menjaga perasaan.

313751_10200649989794817_384921840_n

(kita enam tahun lalu, sebelum emak HD)

Itu juga yang membuat dulu saya tidak pernah merasa kekurangan teman karena emak selalu kasi telinga buat dengarin ini itu. Juga, tidak pernah menjadi kecewa dengan hubungan naik-turun dengan teman-teman karena ada emak.

Lucu mbayangin ke sekarang, mulai dari kecil saya itu tukang cerewet urusan nanya, nggak habis-habis aja ditanya. Phase nya naik ke masa sekolah, tiap hari ceritain balik buku cerita yang dibaca (saya demen baca: buku cerita, sih), sampai kemudian masa remaja curhatin tentang teman-teman, emak selalu tampung dan simak aja gitu. Ternyata, cara emak mendengarkan itu menjadi modal saya untuk jadi PD (juga bisa cuek karena tidak merasa tergantung dengan orang lain, karena saya punya emak).

Kalo kakak-kakak, sampai saat ini masih suka bercandain kebiasaan masa kecil saya dulu karena suka nanya dan nggak habis-habis pertanyaan itu. Haha. Mulai saya tau ngomong atau menggunakan kosa kata baru, aplikasinya, ya, seterserahnya, “berapa kilo sapu ini, Mak?”

Haha. Model pertanyaan yang perlu jawaban bijak, salah satunya…

29136395_10215287710288681_3523106138981662720_n

(Bersama kawan-kawan bermain, semasih pake merah putih)

Oh ya satu lagi, dulu sekali, bahkan sejak SD, kalo saya sudah pegang buku, emak itu nggak akan pernah nyuruh. Dan, bagusnya saya nggak nakal-nakal amat, nggak pernah jadi kumanfaatkan itu biar nggak disuruh bersihin rumah atau cuci piring. Udah jelas koq, saya dikenal tukang kabur (main) di rumah. Haha. Enaknya si anak bungsu, pekerjaan rumah selalu sudah di handle sama kakak-kakak.

29262080_10215863854888738_1504737741999439872_o

(Sekarang kami menjadi rame, Puji Tuhan!)

Saya tau, suatu waktu, saya akan tersenyum membaca kembali tulisan seperti ini. Atau, mungkin anak saya yang akan menjadi belajar. Iya, sederetan kenangan dari masa ke masa bersama orangtua terkasih, juga dengan keluarga inti itu, akan tetap tersimpan menjadi memori yang indah, yang sewaktu-waktu juga diperlukan. Karena bagaimanapun juga, seperti kalimat favorit dan pemungkas saya, bahagia kita menjadi tegak saat keluarga kita juga bahagia…

Panjang kali lebar dikali tinggi, cerita saya jadi berjilid-jilid lagi.

Maksudnya, cerita dibanyakin biar nggak kerasa cuma dapat beberapa jepretan…

IMG_0020a

(Sedang berdiskusi)

IMG_0039a.jpg

(saat ngobrol-ngobrol santai)

IMG_0109a.jpg

(Cucu ompung yang cantik dan ganteng)

IMG_0100a.jpg

(Sepupuan ketemu)

IMG_0110a.jpg

(Mewakili anak mantu ompung)

IMG_0122a.jpg

(Acara makan, masih dapat naniura…enaknyo)

Sekali lagi, terimakasih yang tidak terhingga untuk semua keluarga dan kerabat yang sudah datang saat ulang tahun dan pasahat ancimun-ancimun mama/ompung kami. Semoga kita bisa bertemu kembali dalam kebahagiaan dan sukacita yang lain, di hari-hari ke depan. Tuhan memberkati!

 

 

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. MommyJBW says:

    Hai…denina.. selamat ultah buat mamanya ya..semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan..:)

    1. Halo Mbak, terimakasih ya. Ternyata jadi ulang tahun terakhir, nggak nyangka.

  2. riatumimomor says:

    happy Easter and sorry for being so late… Emak pasti senang sekali berada dekat dengan sanak keluarga yang tersayang… Semoga diberkati semuanya selalu yah… ^_^

    1. Amin! Makasih ya Kak. Ini lebih late lagi, belum update blog sejak lama. Semoga Kakak dan keluarga juga senantiasa diberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s