[Day-1] Cerita Perjalanan Jakarta-Singapura

IMG_0887-COLLAGE

(Jatuh hati dengan penataan kota Singapura)

Perjalanan pertama kami di mulai di hari Rabu, setelah Senin malam nya tiba di Jakarta. Jakarta masih lengang saat kami berangkat menuju bandara. Kami nyobain naik grab ke Bandara Soekarno-Hatta untuk penerbangan pukul 06:15 itu. Mas dari grab yang membawa kami adalah seorang mahasiswa Trisakti yang pernah ikut pertukaran pelajar 6 bulan di Jepang. Tema obrolannya cukup banyak.

Yang pasti, saya senang dengan cara berpikir Mas itu untuk bantu orangtuanya; mobil hadiah masuk universitas nya, kemudian dia pakai untuk menambah uang saku dengan ikut grab. Dia selalu mengulang dan bilang, “saya anak pertama, harus kasi contoh yang baik sama adik-adik.”

Bagus!

Thai Lion Air tiba di Singapura on-time, pukul 09:00 waktu setempat. Terbilang masih pagi walau kenyataannya mengurus imigrasi dan nunggu bagasi tetap saja lama. Pemeriksaan di Singapore terbilang ketat menurut saya. Selain pemeriksaan pasport, kita juga harus menunjukkan bukti tempat kita nginap serta tiket pulang. Pantas antrian nya panjang. Lama. Ya, gitu. Walau nyampenya masih pagi, tapi kami bertolak ke pusat kota sudah hampir tengah hari.

Kami naik bus 36 menuju Orchad Hotel Singapore, tempat kami menginap. “Setidaknya masih terang, anggap saja jalan-jalan kalaupun sampai nyasar.” itu pemikiran saya. Bang Steph awalnya agak diam karena nggak yakin dengan pilihan saya naik transportasi umum (terlebih karena dia udah sambil berdiri pesan taxi, lalu istrinya datang kasi tantangan naik bus). Saya bilang, Singapore itu nggak beda jauh dengan Eropa dalam urusan transportasi umum, teratur, masa nggak berani coba?

“Selagi masih berdua, kita mesti cobain semua. Kalau jalan sama anak, pasti cara jalan nya ntar beda.” saya (malah makin lancar) ceramahin dia.

Dia manggut-manggut dengan kata-kata pemungkas,“Ja, du hast Recht! (Ya, kamu betul)” nya.

(Istri memang selalu betul, Bang.)

Tapi dia memang suami yang baik dan pengalah. Akhirnya dia mau.

Haha.

Beruntung kami travellers yang super minimalis, jadi bawaannya nggak banyak. Memang, dari awal saya yang wanti-wanti dari Jakarta nggak boleh bawa banyak biar nggak repot. Jangan salah, barang bawaan bang Steph lebih banyak dari saya kalau liburan. Dia itu perfeksionis sejati kecuali urusan request fotoin istrinya. Haha. Jarangggg banget bisa minta tolong seperti yang saya inginkan soalnya (belajar loh, Bang. Ntar saya request photographer beneran, keringatan lu Bang).

IMG_1382a.jpg

(Halte pemberhentian kami sebelum kemudian jalan ke hotel. Keren kan, bang?)

Setelah nge-drop barang di hotel, karena waktu check-in pukul 14:00, kami cari makan siang dulu. Biar enak duduk-duduknya, kami memilih makan siang di tempat yang nggak jauh dari hotel, tepatnya, masih satu gedung dengan hotel tapi bukan restoran hotel. Makanannya standar menurut saya. Habis, saya juga salah pilih menu, makan gado-gado dan rendang di Singapura, pengaruh ke Restoran Padang di hari sebelumnya ini pasti.

IMG_5506 (2)

Makan siang di Orchard Rd

IMG_0903.JPG

(Lobby Orchard Road Hotel)

Setelah makan siang, bang Steph bilang mau ganti baju dulu baru jalan. Akhirnya kita kembali lagi ke hotel dan tanya bisa ganti baju di mana. Kita diantarkan ke complimentary room, yang rupanya hotel menyediakan tempat menunggu atau beristirahat. Di sana ada sofa, tv, shower, handuk-handuk disediain, ruangan buat anak bermain, lumayan buat yang nunggu check in atau yang sudah check out tapi masih menunggu penerbangan, misalnya.

IMG_0899a-COLLAGE

(Complimentary room hotel dan lokasi hotel)

IMG_0904-COLLAGE.jpg

(Kamar hotel nya dari lantai 16)

Hotel nya bagus dan apik (anak bangunan hobbi nya perhatiin kostruksi dan detailnya, dan hotel ini keren dari semua sisi yang dimaksud, gitu). Dan keberadaan complimentary room hotel yang saya sebut sebelumnya sudah menjadi nilai plus tersendiri tentunya.

Oh ya, sebelumnya, lokasi hotel memang jadi pilihan awal kita nginap di sini (kita bisa jalan sepanjang Orchard Road, shopping dll). Mengenai bonusnya yang cukup banyak adalah berkat buat kita; halte bus nya yang tidak jauh, ada bus langsung menuju bandara dan juga kita bisa naik bus buat sightseeing nya di halte yang sama. Ini kita nggak tau sebelumnya.

IMG_1161.JPG

(Nomor kamarnya nomor keberuntungan, bisa pas gitu…)

Kalau biasanya bang Steph suka pesan kamar dengan view pantai, kali ini dia pesan dengan view kota, maksudnya ambil lantai yang atas. Iya, kita dapat lantai 16. Cakep kalau pagi hari, serasa dekat dengan awan. Bisa mengagumi bangunan-bangunan pencakar langit nya sambil ngayal.

Apa lagi ya yang menarik nginap di sini? Oh ya, saya suka sudut ruangan buat bersantai nya. Ada dapur tempat buatin kopi atau teh. Dan satu lagi, lukisan di dindingnya manis banget ya, buat bentah duduk-duduk nge-teh sambil nonton di sini. Macam foto bang Steph yang masih muka bantal di bawah ini.

IMG_1162a.jpg

(Nge-teh sebelum berenang)

Kolam renangnya cukup besar, ada di lantai 5 kalau nggak salah (satu lantai dengan complimentary room). Ini berasa milik berdua kolam renangnya karena orang-orang belum pada bangun. Orang liburan bangun pagi? Iya dong. Bangun tidur, renang, mandi lalu sarapan.

IMG_1167a.jpg

(Kolam renang hotel)

Day 3 - 14 June 2017 Singapore and typical flower could be found in Asia.jpg

(Kamboja merah dekat kolam renang, cantik.)

Lama-lama jadi nge-review hotel ini. Haha. Ya, kalau kita senang, dibagi walau sekedar informasi kan. Jadi, setengah hari pertama di Singapura selanjutnya kita pergi ke pusat kota, ambil boat tour yang melewati 3 Quay sekalian buat menikmati sunset di harbour. Lalu makan malam di Hooters dengan night view nya Boat Quay. Ntar saya tulis lagi.

Apa yang paling kamu sukai saat jalan ke Singapura?

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. inlycampbell says:

    kalau ke singapore, aku suka eli es krim 1 dollarnya, plus sekarang tuh suka banget beli popcorn garret, mondar mandir clarke quay dan boat quay plus ke mall MBS haha

    1. Wah, ada yang nyebut ini juga tadi di fb. sekarang udah 1,2 dollar…
      makasih ya In, dicatat… pengen cobain.

      haha…iya asyik mondar mandir di situ…
      dua quay itu bisa dikelilingin, terus ambil sunset di Marina bay

      1. inlycampbell says:

        Iya udah 1.2 dollar, udah lama juga, tapi masih dipanggilnya es cream one dollar hehe..
        Nah setuju tuh, sunsetnya dapat banget..

  2. Ria says:

    hahaha, ditantangin istri suruh naik angkot… Masa sih gak berani ya dek 🙂

    1. sempet asem juga mukanya Kak… bisa kutebak sambil mikir: tegaan kali ini orang, dipikirnya gitu… hahaha…
      tapi jadi seru karna diterima tantangannya Kak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s