Istri yang Baik, Lebih Berharga dari Permata…

IMG_0418a.jpg
Foto: Ibu dan Anak Perempuannya
Jakarta, 2013
.
Ibu dan Bapak adalah dua orang pertama yang tanpa batas kuncintai dan mencintaiku. Aku yakin. Teramat sangat yakin. Dan kekuatan cinta dari mereka juga yang membuatku melangkah lebih percaya diri dan lebih kokoh. Cenderung sedikit galak dan keras kepala malah karena kokoh (pendirian) nya. Haha. Dan yang pasti, keberadaan mereka membuatku tidak pernah merasa kesepian.
.
Jadi ingat waktu sekolah dulu, aku sangat betah di rumah. Nggak pernah terpikir mau ke sana atau ke mari. Ya, aku termasuk orang yang malas kalau diajakin karena, aku merasa, di rumah kutemukan surga.
.
Anehnya, aku juga tidak pernah merasa kekurangan, padahal orangtuaku bukan pengusaha papan atas yang bergelimang harta. Yang bisa jalan-jalan ke luar negeri sesuka hati, jajan Porsche atau Jaguar seterserahnya.
.
Kagak jajan kek gituan. Bisa jajan mie dan pisang goreng, aku terimakasih. Nggak bisa, ya udah. Beli tas? Beli baju? Aku nggak pernah mikirin. Biasanya emak yang inisiatif beli baju, “malu anak gadis.” begitu dulu katanya.
.
Kalau mikir ke situ, aku sangat malas mikir kek nya. Satu hal yang paling kuingat dari mereka, mereka nggak pernah menekan dan memaksaku untuk hal sekecil apapun. Bagaimana dengan marah? Waktu aku kecil, saat nakal-nakalnya pun, nggak pernah ingat dimarahin, apalagi udah gede? Aku udah bisa lawan lah. Haha. Nggak lah. Maksudnya, diingatanku mereka tidak pernah meninggalkan amarah. Dan ini adalah janjiku untuk anakku kelak kalau Tuhan berkenan, akan aku teruskan.
.
Orangtua, utamanya Ibu sangat berperan terhadap pembentukan karakter anak. Positif atau negatif, pengaruh dari sang Ibu akan tercermin dalam perilaku kehidupan sang anak. Seperti hal nya Ibu dari Yosia, yang memberi pengaruh besar terhadap Yosia yang menjadi raja diusianya yang kedelapan tahun. Walaupun ayah nya Yosia adalah seorang raja yang jahat tapi dia bisa tumbuh menjadi raja yang baik. Kenapa? Karena Yosia dibesarkan Ibu yang baik.
.
Selamat Ulang Tahun buat Ibuku tercinta. Ibu yang sangat luar biasa. Semoga Tuhan melimpahimu kebaikan dan sukacita di tahun-tahun yang diberikanNya. Tuhan memelihara kesehatan dan imanmu, Mak.
.
Apa yang paling kamu ingat dari Ibumu? Untuk 3 orang yang paling menarik sharingnya, akan kukirimkan kartu pos istimewa, dimana ada kepingan tembok Berlin di dalamnya. Mari berbagi cerita…

***

Tulisan ini aku copy dari page facebook kemarin, yang ditulis di hari ulang tahun Ibu. Cerita teman-teman di sana membuatku semakin yakin, bahwa perempuan sangat berperan dalam pembentukan sebuah masa depan bangsa yang lebih baik. Tidak salah disebutkan di Amsal 31:10

“Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.”

Lalu, apa yang kamu lakukan sebagai wanita/istri untuk meneruskan rantai kebaikan kepada generasi selanjutnya? Apakah aku harus mengajar statika / berbagi tulisan sejenis nya di sini karena itu bagianku? Nggak semua memerlukan itu. Jadi, memang nggak perlu muluk-muluk. Aku sendiri, ingin lebih rajin berbagi cerita saja, karena hanya itu yang bisa kulakukan. Namun, dalam perjalanannya, itupun tidak selalu berjalan mulus.

Oh ya, masalah menulis ini memang tidak mudah (bagiku). Bahkan berbagi satu foto dan sekilas cerita tentang foto tersebut, kadang aku kewalahan. Tidak hanya masalah waktu, tapi juga karena hal-hal lain yang sebenarnya masih bisa diusahakan dan ditolerir. Tapi, ya, itu nggak muncul juga sharingnya. Haha. Payah.

Saya sendiri tidak pernah perduli ketika viewer postingannya sampai 2000 an orang tapi yang meninggalkan pesan satu-dua, atau bahkan tidak ada, misalnya. Aku selalu yakin, tulisan punya alamatnya masing-masing. Hanya berharap, semoga menyampaikan pesan yang baik kepada yang baca. Dan, pula, sebenarnya dengan hal berbagi (yang mencoba diusahakan) tersebut jugalah aku bisa berinteraksi dengan teman-teman utamanya mengirim kabar terbaru kepada keluarga.

Ya ellah, kemana-mana.

Maksudnya, itu juga yang membuat, ketika aku baca tulisan atau lihat foto sharing teman-teman. Aku coba tinggalin jejak untuk interaksi. Walau kadang komentar nggak jelas karena suka nyambungin cerita sendiri di kepala. Haha. Kebiasaan dari kecil. Semoga maklum ya teman.

Dan yang pasti, blog ini ibarat lemari tulisanku saja. Untuk menyimpan tulisan yang aku share di Kompasiana dan juga di page facebook (kalau lagi ingat nyimpan). Haha. Minggu depan saya pengen review sharing teman-teman tentang Ibu, di sini. Jadi, biar ada pengantarnya, aku copy lagi yang dari page facebook ini.

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. denaldd says:

    Selamat ulang tahun untuk Ibu ya Kei. Semoga selalu diberikan kesehatan yang baik dan bahagia bersama keluarga.
    Aku kalau ingat Ibu selalu mbrebes mili. Ibu itu orang yg sangat gigih dan ulet. Awal menikah dengan Bapak, mereka tinggal di rumah kontrakan yg terbuat dari gedeg (apa ya gedeg ini bahasa Indonesianya). Ibu kan guru, untuk membantu Bapak, selain jadi guru, Ibu juga menitipkan jualan di kantin sekolah. Jadi kalau maghrib setelah pulang ngajar, Ibu masih sibuk ngurusin dagangan yg keesokan harinya akan dititip ke kantin. Tidur paling malam dan bangun paling pagi untuk memasak dan setelahnya ngajar. Sifat ulet dan hemat dan gigih Ibu bersama2 dengan Bapak yg akhirnya mengubah perekonomian keluarga perlahan tapi pasti menjadi semakin membaik. Buat Bapak dan Ibu, pendidikan nomer satu. Apalagi Ibu selalu menekankan, tidak perlu menjadi kaya secara materi karena yg terpenting adalah kaya pengetahuan, kaya hati, dan kaya iman. Ah masih panjang cerita ttg Ibu. Yg pasti, Beliau adalah guru pertamaku untuk segalanya terutama guru memasak. Dari Beliaulah aku belajar memasak sejak kelas 2 SD dan setelahnya jadi suka memasak. Apalagi Beliau dulu punya katering, aku yang sering bantu. Sebagai Istri, aku menjalankan tugas dan peran secara seimbang bersama suami karena kami adalah team.

  2. Mas Yunus says:

    Setuju, isteri yang baik adalah harta keluarga yang tak ternilai harganya, darinya, generasi penerus terlahirkan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s