Edisi III: Perayaan Pernikahan, perihal para Undangan dan Terimakasih

Warning!

Tulisan ini sangat panjang, siapin kopi serta camilan enak dan banyak. 🙂

IMG_0837.JPG

Saat bang Steph menceritakan perayaan pernikahan kami, semua pada ngumpul di belakang, hanya dua big boss yang duduk di depan dengan si ibu arsitek

Setelah selesai membuat acara ucapan terimakasih kami kepada perusahaan Bang Steph, terkait dengan pernikahan kami bulan lalu, sekarang saatnya bisa duduk manis menulis ucapan terimakasih kepada tamu-tamu saya yang kemarin hadir di pernikahan kami. Maap ya kakak-kakak, abang-abang, adek-adek, keponakan, waktunya berselang cukup lama baru ditulis. Tidak terasa, ada saja hal yang harus dikerjakan.

Masih ribet dalam rangka menyelesaikan hutang-hutang terimakasih ini, saya sudah dijajalin pertanyaan, apakah saya sudah hamil atau belum.

Duh, pertanyaan aja terus. Pusing awak.

Kesimpulan:

Pertanyaan memang tidak akan pernah berhenti datang dari sekeliling. Kemarin, saat nggak posting foto teman, dibilang jangan terlalu milih. Setelah posting, ditanya kapan nikah. Belum posting foto pernikahan, ditanyain mana fotonya. Saat posting foto, kenapa nggak undang-undang. Haha. Saya hanya mengalamatkan itu semua sebagai perhatian lalu saya teruskan lagi ke alamat yang lebih tepat, sebagai doa syukur kepada Dia karena diberikan teman-teman yang perhatian.

Amin! Semoga kami segera dipercayakan punya anak, bantu doa ya…

Oh ya, kembali ke cerita perayaan singkat kami di kantor Bang Steph. Ceritanya, saat kami menunjukkan video durasi pendek dari pernikahan kami disela-sela makan dan minum, lalu dilihat sama mereka kalau saya maksa nyanyi “wonderful day” di gereja dan “from this moment on” nya Shania Twain di gedung, si big boss nanya, terus Steph ngapain?

“Saya nggak bisa apa-apa,” kata Bang Steph tanpa merasa berdosa.

Semua ketawa.

***

Jadi, setelah persiapan pernikahan kami yang cukup singkat kemarin, yang tidak sampai sebulan di-fix-kan kalau kami akan buat perayaan saat itu (karena pengen dirayain di ultah saya sebenarnya, kan musim gugur itu cantik). Puji Tuhan, semua dicukupkan dan dimudahkan oleh Tuhan.

Bagaimana tidak?

Mulai dari buat undangan, nyebarin, menunggu kabar orang-orang bisa datang atau tidak dalam waktu sesingkat itu bukan Jerman banget dan ternyata yang kami undang 90% mengusahakan hadir.

Terimakasih semuanya!

Kehadiran keluarga dan teman-teman sangat berharga di hari bahagia kami. Sehari penuh kalian berikan buat melengkapi kebahagiaan kami. Dan ini akan terus kami kenang sepanjang perjalanan kehidupan kami ke depan.

Yang hadir dari pihak saya

Kak Lin dan Kak Endang

Mereka kakak kandung saya, yang selalu memberi support. Mereka lah yang super duper sibuk dengan persiapan pesta di sini sebelum dan sesudah sampai ke Jerman. Semua pernak pernik yang saya perlukan bahkan sampai sor tali nya pengantin mereka bisa usahakan di due date nya mau terbang, makanan-makanan tambahan yang khas dari sana, semua diusahakan sama kakak berdua. Puji Tuhan! Terimakasih banyak, Kak.

Saya masih tidak percaya ketika menjemput mereka di bandara Berlin, bahwa mereka datang untuk perayaan pernikahan saya saat itu. Senang banget! Puji Tuhan!

20161102_210935.jpg

Sesaat setelah Kak Lin dan Kak Endang sampai, lalu kita ke Mall of Berlin

Kak Tu dan Abang

Kami benar-benar dapat surprise! Tanggal 2 November kak Tu dan abang apply visa, pukul 11:00 siang mereka dapat, langsung pesan tiket buat terbang malam nya. Tanggal 3 November kakak dan abang sudah tiba di Berlin, dan bisa bergabung di tanggal 4 November ke Dresden. Kak Tu adalah kakak saya nomor tiga. Terimakasih banyak ya Kak, juga terimakasih karena sudah membeli souvenir buat undangan.

IMG_7254.JPG

Kak Tu dan abang

Kak Pin dan abang

Seperti hal nya Kak Tu, kedatangan kak Pin dari USA juga surprise buat perayaan kami kemarin. Kak Pin yang dalam masa pemulihan, sempat kami pikir tidak bisa datang. Puji Tuhan, kakak-kakak mengusahan hadir. Kak Pin adalah kakak saya nomor 5.

Oh ya, Kak Pin adalah andalan kami terutama tentang keberanian. Kemarin waktu emak ke Jerman, kak Pin juga yang jadi andalan kami bawa jalan. Kali ini, kak Pin dan abang juga mengusahakan menyenangkan kakak-kakak dan abang dengan tour bersama mengunjungi beberapa negara di Eropa. Terimakasih, Kak!

img_4570a

Kak Pin dan saya merayakan ultah bersama tanggal 4 November kemarin – by Patricia

Kak Meni, Tony dan Surya

Kakak saya yang sejak waktu kecilnya sudah saya kagumi karena agak serius dan nggak pernah main-main. Haha. Waktu kecil saya tukang main dan kabur soalnya. Pulang ke rumah kalo sudah lapar atau malam. Kerjaan saya, ya main. Kalau kak Meni, anteng aja itu di rumah. Tapi dia adalah salah satu motivasi saya untuk bisa juara di kelas dulu. Dia rajin, jadi saya kadang ikut-ikutan. Maksudnya, mencoba kadang-kadang bisa rajin.

Dalam perjalanan saya, kak Meni sangat banyak membantu saya. Kalau mau dibilang, dia yang paling mengerti saya karena juga kebetulan nomor urut kami di keluarga dekat, jadi kebersamaan kami agak banyak dibanding dengan kakak-kakak yang lain. Walau tegas dan kadang cenderung agak galak menyamai emak, tapi saya benar-benar melihat ketulusan dan kebaikan-kebaikan dibaliknya seperti namanya. Haha. Peace kakak…

Terimakasih buat semua dukungan dan waktunya, sebelum dan saat pesta kemarin. Jauh-jauh dan bawa Surya, datang menyempatkan waktu menemani cari gaun pengantin dan dibayarin lagi. Dikasi yang bagus lagi. Puji Tuhan punya kakak-kakak yang baik.

IMG_1523.JPG

Kak Meni dan Surya yang jadi penabur bunga – photo taken by Peter

IMG_0531.JPG

hanak bersama taci dan onkel

Surya, ponakan saya yang pintar dan baik ini mengambil bagian jadi penabur bunga. Seperti pernah saya tulis, kalau saat edisi mau nabur bunga itu dia masih asyik peluk-peluk boneka hari(mau) kesayangannya, jadi tidak siap. Kami juga tidak siap, maka terjadilah kelucuan. Surya buru-buru naburin bunganya. Langkahnya setengah berlari. Lalu naik sendiri ke kereta kuda yang menunggu di depan gereja. Haha. Yang pasti, semua yang hadir yang tadinya masih terharu dengan acara ibadah tersebut, akhirnya tersenyum dan banyak yang malah tertawa lepas.

Hanak taci (panggilan Surya kepada saya) paling pintar sedunia pokoknya. Makasih sayangku sudah menyelesaikan tugas menabur bunga dengan mengesankan. Semoga jalannya taci dan onkel setelah berumahtangga ini dipenuhi bunga-bunga kebahagiaan, seperti kata Pak Pendeta mengartikan tabur bunga tersebut.

Kak Feli

Kami mengundang dua ponakan yang sedang sekolah di Jerman, kak Feli dan Bang Tanto. Tapi berhubung Feli harus mengiringi konser, dia tidak bisa datang. Segala upaya sudah dia coba bahkan minta diganti latihan, tapi nggak bisa. Jadi, dengan berat hati Feli nggak bisa hadir. Kebayang tadinya pasti seru kalo kita ngumpul, lalu kak Feli juga yang ngiringin piano dan organ di gereja. Semoga lain kali ada kesempatan kami bisa lihat ya kak. Makasih untuk semua usahanya untuk bisa hadir.

Bang Tanto

Hari dimana kami fix untuk perayaan, semua keluarga saya kabari. Saat saya bilang sama Bang Tanto tentang perayaan pernikahan di Berlin lewat WA, bisa datang atau tidak, setelah di viewed, langsung dijawab “bisa, tan…” Padahal saya tau itu hari Jumat, dimana kemungkinan besar perkuliahan ada. Makasih banyak sudah mengusahan hadir dari pagi ya Bang!

img_0601

Bang Tanto, saat pertama nulis guest book biar diikutin yang lain. Frame nya saja masih dibungkus itu Bang, tante main jepret aja… haha

IMG_0908.JPG

Walau udah jelang mid-night, dandanan sudah nggak betul, tapi kami masih punya stok senyum

IMG_0907.JPG

Kita, yang fotoan nya udah sebelum bubaran pesta…

Mas Ferry dan Mbak Avon

Saya mengenal mereka dari Dresden dulu. Sekarang sekeluarga pindah ke Berlin karena Pak doktor pindah kerja. Ceritanya lagi, saat perayaan 17-an kemarin ketemu di wisma KBRI Berlin, Puji Tuhan kami bisa kontak lagi.

Sayangnya, Mbak Avon mengira kalau perayaannya diundang untuk minum kopi dan kue saja, jadi mereka segera pulang sebelum masuk ke ballroom karena sudah ada janji.

Terimakasih untuk kehadirannya Mas Ferry dan Mbak Avon.

img_0579

Kak Tu bersama Mas Ferry dan Mbak Avon

IMG_0605.JPG

Saat acara awal, ngopi

Pia dan Kai

Dulu waktu masa sekolah, saya ngajar les di Jakarta. Dari sanalah saya mengenal Pia, Jen-jen adiknya, mami-papi, dan nai-nai. Saya sangat terkesan dengan kebaikan murid-murid saya dan keluarganya, karena itu saya berusaha menjaga komunikasi sebisa mungkin. Dan yang pasti, terimakasih buat teknologi yang membuat komunikasi tetap terjaga.

Dan oh ya, saat saya tau Pia ada di Jerman, kami sudah mencoba atur waktu ketemuan. Tapi, keberuntungan itu baru datang di acara perayaan kemarin. Gimana tidak senang, bukan? Saat saya berdiri di Altar, saya mencoba melihat semua yang hadir. Dan, saat itu Pia memberi sign-melambaikan tangan dengan senyum yang paling manis. Dia datang setelah beberapa waktu ibadah di gereja, jadi saya nggak lihat dari awal.

Senang banget. Pia memang manis sekali anaknya. Dan ternyata tidak berubah setelah belasan tahun tidak ketemu. Makasih ya sayang untuk semuanya, sudah menyempatkan datang jauh-jauh dari Munchen pulang pergi demi perayaan kemarin.

img_0577

Bertigaan; Pia, Kai dan saya

IMG_0874.JPG

kita ngapain coba ci Pia? haha

IMG_0863.JPG

kita berdua

IMG_0864.JPG

akhirnya kita berempat fotoannya

Adek Ridho dan Mas Fariz

Saat saya kontak dek Ridho di skype, ngabarin kalau kami akan buat perayaan pernikahan, dia langsung “iya-in” mau datang. Saya terharu! Dan sekaligus bilang “wow!” kami dapat surprise lagi dari Tuhan. Dan beruntungnya, mas Fariz juga ada di Dresden, jadi, bisa sama-sama datang. Senangnya! Ditengah kesibukan mereka dengan disertasi dan kertas-kertas penelitian mereka, masih bisa mengusahakan datang.

Seperti saya sebutkan di atas, kalau kami fix ngurus-ngurus buat perayaan tidak sampai sebulan, jadi, rasanya saya benar-benar tidak bisa mikir lagi ngurusin apa-apa apalagi seminggu jelang hari-H. Jadi maap ya dek, termasuk kedatangan adik-adik dari Bolzano, Italy ini maksudnya. Karena itu, saya sangat berterimakasih banyak untuk kedatangan kalian berdua Dek. Kalian berdua luar biasa pokoknya.

IMG_0603.JPG

Mas Fariz, saya, bang Steph dan dek Ridho

IMG_0808.JPG

Semoga segera kita ketemu lagi ya, Dek…

img_0702

Saat acara ngopi-ngeteh

Pak Simon dan Istri

Adalah tetangga kami, yang sering ketemu di parkir dan ramah. Menarik saja rasanya setiap kali ngobrol sama mereka. Akhirnya, saya tanya bang Steph, boleh undang mereka atau tidak?

Bang Steph iya-in.

Dua gedung, tempat kami tinggal, 16 apartemen/keluarga (tiap gedung nya 8 apartemen) memang saling kenal dari awal rumah mereka ditempati tahun 2012 lalu. Saat itu, mereka ada acara semacam memasuki rumah baru, mengunjungi satu rumah ke rumah yang lain. Gedung kami tinggal memang baru jadi dan langsung ditempati di tahun tersebut sama mereka ber-16, tepatnya 15 karena Simon beli dua. Dari sejak itu, mereka memang saling komunikasi dan rutin mengadakan acara kebersamaan dua kali setahun.

Yang pasti, diantara mereka semua, saya merasa paling nyambung dengan keluarga Pak Simon ini. Dan ketika ngundang, saat saya bell nggak ada yang jawab akhirnya masukin undangannya di kotak surat waktu itu. Untuk konfirmasi kalau mereka sudah dapat undangan, mereka berdua datang langsung ke kita dengan resmi, berikut terimakasih dan teman-temannya. Lagi-lagi saya dapat surprise dengan respon positif seperti itu.

Belum lagi, perjuangan Pak Simon dengan perjalanan panjang dari kota lain hari Jumat itu juga patut diacungin jempol. Sampai dibagian, ketemu macet nunggu lama, dia akhirnya memutuskan ninggalin mobil lalu naik kereta. Untung sudah tidak jauh dari Berlin. Tapi sayangnya, malah pake salah arah lagi, jadi bolak balik. Haha. Pak doktor linglung juga ngadepin macet. Kenalan sama macetnya Jakarta, yuk Pak…

Sementara, si ibu sudah ikut mulai dari acara gereja. Terimakasih banyak untuk semuanya!

IMG_0925.JPG

Bersama Pak Simon dan ibu, saya ketelan tingginya Pak… haha

Seperti saya sebutkan dalam postingan sebelumnya, bahwa kehadiran mas Harry – sang photografer, yang ternyata nggak ada foto bareng nya dengan kami, hiks… adalah juga berkat buat kami. Lalu, Bang Kirry, yang merangkap DJ, singer, pemain musik dan lain-lainnya (multi-talenta soalnya) juga menjadi surprise buat kami. Bahkan sampai-sampai kami nari Tanggai juga di acara perayaan kemarin, karena dengan random dia mencari tau musik Indonesia dan siapin musik Jawa. Haha.

IMG_0786.JPG

Bang Kirry yang keren itu, saya rekomendasikan pokoknya kalau perlu DJ

Terus kami juga bersyukur dapat kereta kuda pengantin, walau, si mbak nya nggak ngasi tau kalau nggak dihias sedikitpun, katanya sudah cantik. Kalo kita tau, bisa hias sedikit bunga gitu lah mbak. Tapi yang pasti, keinginan saya pake kereta kuda saat perayaannya kesampean, jadi tetap senang!

IMG_0544.JPG

Ngebelakangin kamera, si mbaknya yang pakai mantel hitam di depan

Walau sempat agak sedih juga karena kami nggak dikasi menghias Altar gereja tapi Pak Pendeta sangat memudahkan urusan kami, dengan tidak pakai ribet pembuktian dokumen ini itu. Beliau juga datang khusus ke rumah untuk konsultasi terkait pernikahan gereja yang kami rencanakan waktu. Selain menanyakan beberapa poin tentang hubungan kami, Pak Pendeta juga membantu menyusun semua acara gerejanya.

img_0433

kami dan Pak Pendeta

Terimakasih juga karena keluarga banyak membantu persiapan, dekorasi dan utamanya mengisi acara perayaan kemarin.

IMG_0445.JPG

Kakak-kakak dan abang saat menyumbang hadiah pernikahan di gereja

IMG_0836.JPG

Saat keluarga akan menyampaikan ulos dari mama

IMG_0763.JPG

Bersyukur karena berkesempatan memperkenalkan kultur dan kulinari Indonesia, kami membuka acara makan dengan pemotongan tumpeng. Selain siapin tumpeng, saya juga masak bakmi goreng, nasi plain-digoreng dan nambahin makanan penutup ala Indonesia tentunya.

IMG_0599.JPG

Meja tamu dengan warna tema merah marun, serta bingkisan kecil ucapan terimakasih. Saya senang dengan restoran yang kami pilih, pelayanannya memuaskan.

IMG_0782.JPG

Kami lagi-lagi bersyukur karena restoran menyediakan menu buffet nya banyak. Sampai-sampai waktu ketemu lagi sama mas Harry, ini juga ditanya, itu semua sisa makanan masih banyak gitu diapain?

IMG_0592.JPG

Senang saja lihat cover menu makanan dibuat dengan background foto kami di dresden

img_0736

Untuk tamu kecil kami, selain souvenir kecil, bang Steph juga menyediakan lentera. Berhubung saat itu adalah hari St. Martin, saatnya bawa lentera keliling. Yang lucunya, saat Surya tau bahwa dia nggak bakal ikutan perayaan St. Martin karena bertepatan dengan perayaan pernikahan kami, dia nanyain kakak “boleh tidak taci cari waktu lain buat perayaan?” Haha. Karena sedemikian penting acara St. Martin ini, jadi kita juga usahakan buat yang sama walau singkat

IMG_0483.JPG

Kami juga bersyukur buat perhatian kakak ipar saya, Patricia yang juga menyiapkan beberapa hal buat menambah kemeriahan perayaan kemarin. Selain cerita singkat tentang bang Steph, dia juga menyiapkan acara uji kerjasama ini seperti foto di atas. Saya menang! Hore… pinalty tidak berlaku tapinya. Bang Steph tetap kebagian gendong, nggak mungkin saya gendong dia… apa kata dunia?

IMG_0750.JPG

Lalu kanvas yang digambar pohon, tempat sidik jari para tamu

IMG_0926.JPG

Patricia juga nyiapin edisi fun buat fotoan seperti ini

Utamanya, saya juga bersyukur buat acara demi acara yang berjalan dengan baik. Cuaca yang baik. Keluarga dan teman-teman semua datang dan pulang dalam keadaan baik. Semua Dia buat baik karena Tuhan memang sangat baik.

Wedding - bareng gereja.jpg

Sebagian yang hadir saat acara gereja

Begitu banyak kebahagiaan yang tidak bisa saya uraikan saat perayaan pernikahan kami kemarin. Semua kebahagiaan itu kami sangat syukuri dan akan terus disimpan dengan baik, untuk kami teruskan kepada anak-cucu kelak. Dan, semoga kami juga bisa menjadi bagian dari kebahagiaan buat sekeliling dimana kami juga diterima dengan senang hati, seperti kalian semua telah menjadi bagian dari kebahagiaan kami.

Sekali lagi, terimakasih untuk semuanya! Semoga Tuhan membalaskan kebaikan kalian semua dan menambahkan kebahagiaan buat kita semuanya.

May God bless you all!

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. Makasih juga cici uda diundang dan dikasih kesempatan dtg ke Berlin dan ketemu cici lagi! Bagus banget tulisannya cici, mengingatkan lagi pestanya hari itu 😀 Semoga berbahagia dan Tuhan memberkati selamanya ❤

    1. Makasih ci Pia, cc senang banget dengan kehadiran kalian. Lain kali, semoga bisa lebih lama lagi ya ketemuannya.
      Amin! Terimakasih untuk doanya ya sayang… semoga Pia dan Kai juga bahagia dan selamanya.

  2. inlycampbell says:

    Serunya semua hadir yaaa… congrats once again yah Nin dan bang steph..

    1. Thank you say, kejutan banget say. Di saat mereka rela membayar harga untuk sebuah kehadiran di pernikahan kami, kami sangat senang dan bersyukur. Kami hanya bisa mendoakan terus kebahagiaan dan berkat mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s