Masih Edisi Pernikahan: Sekelumit tentang Persiapan

IMG_0602.JPG

Kita di ballroom

Berhubung sampai saaat ini saya belum mendapat foto-foto dari fotografer, jadi, saya nyicil tulisan saja dulu.

Sedikit saya ingin mengurai bagaimana persiapan perayaan pernikahan kami kemarin. Walau kami merencanakan perayaan 6 bulan sebelum hari H, tapi, pada kenyataannya waktu yang kami berikan tidak lebih dari 21 hari untuk menyebar undangan, mencari vendors dan lain sebagainya. Untung tidak lagi ngurusin gereja.

Ha?

Iya. Yang pasti, sekarang saya hanya bisa bersyukur dan cukup puas telah mengerjakan semua sendiri. Kita nggak pake EO. Walau bang Steph hanya bisa ikutan saat weekend, kita maksimalkan saja. Bagusnya, Bang Steph bukan orang yang sulit diajak kerjasama. Kalau saya sudah kasi opsi ke dia, dia akan segera kasi masukan dan putusin bersama. Tugas saya, mencari informasi lalu kasi opsi. Dengan nongkrong di depan internet dan survey itu akan bisa. Gitu saja. Jarak jauh Stuttgart-Berlin, lumayan ter-skip dengan kerjasama yang baik.

Undangan

IMG_1346.JPG

Merelakan meja makan jadi tempat gunting menggunting

Dan undangan yang handmade itu, cukup menyita waktu, tentu saja. Untung hanya seratus biji, kalau enggak, ujung-ujung minta bala bantuan juga. Haha. Gunting-gunting, tempel, ikat, udah! Seadanya! Syukurnya, banyak yang suka.

einladung

Kalau dibuka, undangannya ada dua lembar. Satu perihal perayaan dan tanggalnya, satu lagi sekilas tentang pesta termasuk dresscode dll nya

einladung-1

Undangannya kaya gini, sederhana dan cepat buatnya, bahannya pun bisa didapat dari toko creativity idea. Intinya, apa yang bisa dikerjakan, dikerjakan sendiri.

Rencana awal saya memang mau buat sendiri undangan terlebih setelah survey pasar. Bukan saja perihal harga tapi juga lebih karena ke taste. Gimana lagi coba, nggak akan pernah ada yang sama dengan undangan pernikahan kami. Bahkan dari 100 yang saya buat itu pun, nggak ada yang sama koq. Haha. Terimakasih kepada teknologi, seharian nge-googling dan youtube, bisa menghasilkan sesuatu, ide yang dikembangkan biasanya. Membantu sekali. Undangan, iya. Pilihan restoran, iya. Dekorasi, iya. Baju pengantin, iya. Tema pesta, iya. Dan lainnya semua saya cari sendiri informasinya di internet.

Restoran

Dari 5 restoran yang kami seleksi, akhirnya kami merasa mantap dengan yang di Tempelhof. Rata-rata restoran menawarkan biaya 100-150 Euro/orang untuk paket tamu yang kami minta. Dan karena kita nambahin jenis minuman, dekorasi, kita membayarkan sejumlah uang per tamu lagi. Sederhana banget sebenarnya penambahannya, seperti snaps, beberapa jenis bir, bahkan karena nambahin tatakan piring (yang warna hitam) itu, harga jadi beda. Hihi. Jerman. Si abang kebetulan orangnya nggak mau tanggung. Saya senang juga, karena saya termasuk perfeksionis sejati.

IMG_0590.JPG

Saat berbenah dan ini contoh tatakan hitam di bawah piring yang saya maksud

Di Berlin Mitte (jalan kaki dari rumah), ada 2 retoran yang sempat kami tanya. Yang restoran Spanyol, tempatnya cantik, terus 1,5 lantai gitu, jadi bisa bayangin kalau orang lihat dari bawah, cantilah pokoknya. Tapi semua dekorasi harus buat sendiri. Ini repot, saya menghindari yang seperti ini karena prinsip sekali pake kebuang itu. Makanan sih jempol, tidak diragukan lagi karena ini restoran favorit kami soalnya. Dan kelebihan lainnya, mereka ini juga nggak membatasi kami bawa makanan tambahan terkait dengan kultur Indonesia. Lalu restoran satu lagi, bangunannya antik, tapi sempit dan membatasi makanan dan minuman. Standar 100 euro per orang, sementara list makanan dan minumannya sedikit. Lalu, meja dan kursinya juga biasa. Urusan dekorasi lagi dilimpahkan ke kita. Jadi kita sama sekali nggak tindak lanjuti.

Satu restoran Itali, asli keren. Ada piano disediain juga. Tapi sayangnya, kita hanya dikasi sewa separuh restoran. Bang Steph, nggak mau yang seperti itu. Dia maunya semua biar lebih personal. Di sana, harganya memang murah, tapi seimbang juga dengan list menu yang cuma dikasi 2 pilihan, bukan prasmanan pula. Kita nggak cocok. Satu lagi agak jauh dari kita. Dikelilingi rumah musim panas, jadi hijau pemandangannya. Sayangnya, plafonnya sangat rendah dan dekorasi minta kita kerjain sendiri. Jadi, lagi-lagi kita nggak cocok.

Keuntungan pake restoran yang di Tempelhof, kita dibantu dengan acara. Juga, mereka punya dua ruangan terpisah. Saat potong kue pernikahan dan makan, di tempat yang beda. Selain itu, ornamen ruangan dengan kayu hitam, khas bangunan Jerman jaman dulu adalah nilai plus lainnya buat saya. Trus, kita bisa pesan menu Indonesia karena yang punya restoran adalah orang Belanda. Gitu.

Photografer

Waktu Professor saya minta jepretin pernikahannya, lihat di sini. Di sana baru pertama saya menghadiri pesta Jerman. Dari dulu pengen lihat gimana, tapi, si prof sama sekali nggak ada buatin kultur Jerman nya dalam pestanya. Oh ya, yang pasti, saya nggak mungkin pasang tarif. Iyalah! Waktu itu dari pukul 10:00 pagi sudah di sana sampai tengah malam.

Saya baru tau betapa mahal jasa photografer di negara ini setelah kita perlu buat pesta. Sejam nya bisa kena 400 an euro kalau yang professional. Mari sebut 200-400 euro per jam, begitu lah rate nya. Lalu, gimana dengan kami? Setelah tanya sana sini di forum dan group Indonesia, kami bersyukur ketemu Mas Harry. Udah hopeless juga awalnya, tapi akhirnya Tuhan bantu kami lewat Mas Harry. Mas Harry rela cari pengganti di tempat kerja. Iya, Mas Harry bukan photografer dalam kesehariannya, tapi kemampuannya, nggak perlu ditanya. Peralatannya juga ketjech badai…. top!

Jadi?

Iya. Setelah restoran, kali kedua keberuntungan kami mendapat Mas Harry. Biayanya setengah harga dipotong untuk orang Indonesia. Foto-foto lainnya nanti nyusul ya!

IMG_0642.JPG

Kami sempat dibawa ke luar restoran untuk fotoan

DJ

Sebenarnya, kami sempat ditawarin oleh restoran agar menggunakan DJ dari mereka hanya dengan menambahkan 200 Euro ke harga sewa. Lalu ibu mertua bilang, kalau beliau akan mendatangkan DJ favoritnya. Dan, ternyata, bukan hanya sekedar DJ. DJ tersebut juga sangat mahir memainkan keyboard, trompet, dan suaranya keren! Wew! Surprise lagi. Ini keberuntungan kami yang selanjutnya.

Lalu bagaimana bisa beruntung?

(Rahasinya) Doa nya di kencangin! Apapun juga, sesuatu yang dikerjakan dengan maksimal akan membuahkan hasil yang maksimal, tidak terkecuali dengan doa. Kaya nya gitu ya….

IMG_0702.JPG

Dan surprise lainnya, contohnya adalah kehadiran kakak-kakak, abang dari Indonesia, kakak ipar dari Jerman, Bang Tanto- Jerman, Mas Fariz dan Adek Ridho dari Bolzano (Italy). Selengkapnya tentang tamu, nanti saya tulis. Belum lengkap fotonya…

Dan saya sangat bersyukur dan senang pake banget dengan kehadiran mereka….

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. riatumimomor says:

    syukurlah kelg dari Indonesia bisa datang ya 🙂 Memang ribet milih tempat buat acara yg pas semuanya dgn yg kita inginkan. Plus pas dgn budget pulak. Ohya, my thumbs up buat undangannya yg cantik banget…

    1. Benar Kak, Puji Tuhan pada datang kakak-abang dari Indo dan Amrik. Jadi berasa kaya pesta di Indonesia juga jadinya. Dan memang saya sudah niatin dari awal kalau kami akan pesta di Jerman.

      Persiapan pesta dimana-mana memang ribetnya ya Kak, dan, Puji Tuhan semua bisa berjalan dengan lancar walau berasa udah di titik nadir kekuatan saat itu.

      Makasih Kak, terkadang kalau sudah dituntut oleh keadaan, mau nggak mau harus melakukan sesuatu. Undangan itu contohnya. Nggak kebayang, kami cuma ngejilid acara gereja bisa sampai 200 euro, nah, undangan bisa lah Kakak perkirakan berapa semestinya akan di charge dalam waktu yang tidak sampai sebulan.

  2. Duh baru mampir disini kya telat bener hahaha maapkan daku ci.. ada masalah jadi baru kesini lagi..

    Anyway invitation nya mmg kece banget deh.justru yang kayak gini nih yang bikin berkesan. Deket apt ku ada michaels craft store wuih kalo demen arts and crafts bisa seharian deh disitu 🙂

    Oh ya, kalo tempat gunting menggunting nya sekece itu sih juga ga bakal berasa boring lah ci 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s