Undangan Perayaan Pernikahan

Einladung 1.jpg

(Undangan hasil buatan sendiri, akhirnya bisa)

Untuk teman-teman Kompasianer, Blogger dan Facebookers, dengan sukacita kami mau mengundang teman-teman yang kebetulan berada di Berlin dan sekitarnya untuk perayaan pernikahan kami:

Hari dan Tanggal: Jumat, 4 dan 11 November 2016

Untuk rundown acaranya, akan saya kirimkan lewat undangan, yang penting dikabari saja paling lambat tanggal 1 November ya. Ini penting untuk booking tempat di restoran. Maksudnya, makanan. Karena restorannya sudah dibooking penuh sehari itu untuk kita, hanya, untuk makanan perlu didaftar lagi orang-orangnya yang hadir.

Untuk tanggal 4 November 2016, kita ambil momen ulang tahun saya. Jadi kepikiran dah, umur yang melaju tanpa terasa ini. Ya, udah. Jadi, perayaan tanggal 4 November sejauh ini sekitar 25-30 orang. Kalau ada teman yang bisa datang dan ingin bergabung di hari itu, boleh dikabari ya.

Yang pasti, tanggal 11 November 2016 adalah acara utama dari perayaan pernikahan kami, undangan kami 70-100 orang. Hari itu, kami juga akan melakukan acara di gereja Passion Berlin. Menu buffet nya kami sediakan Indonesia – Jerman. Kami memang mencari. Dan akhirnya ketemu pemilik resto nya yang orang Belanda, jadi sudah familiar dengan makanan Indonesia. Kami beruntung! Jadi, bahkan mereka menyiapkan menu babi kecap dan panggang, sate ayam dll disamping menu Jerman nya sendiri. Beberapa menu pilihan terbaik dari rumah juga akan dihadirkan.

Garis besar acara tanggal 11 November, siapa tau bisanya bergabung diantara waktu di bawah ini, jadi…

Pukul 13:00 – 14:00 : Ibadah di Gereja Passion

Pukul 15:00: Berkumpul di restoran

Pukul 15:00 – 16:00: Ada service khusus dari restoran mengajak tamu ke taman biar dapat suasana musim gugur nya: foto, welcome champagne, mereka sediain glühwein (anggur yang dipanaskan, semoga cocok karena sudah dingin) sama keju pilihan dari Belanda.

Pukul 16:00-17:00: Kembali ke restoran, pemotongan kue pernikahan sekalian acara ngopi-kue sore.

Pukul 17:00-18:00:  Akan diisi dengan ucapan terimakasih serta sedikit cerita pengantar tentang perkenalan kita.

Pukul 18:00: Masuk ke ballroom dan mulai acara inti.

Yang pasti, konsepnya tetap memadukan kultur Indonesia sama Jerman tidak hanya soal makanan nya. Seperti saya juga bilang dari awal konsultasi pranikah dulu, bahwa “tidak ada ciuman di Altar” karena memang kita di Indonesia hanya boleh mencium kening saja, pak Pendeta kami mengiyakan. Bilang, bahwa itu sebenarnya bukan bagian dari ibadah, tapi kalau mau, diijinkan.

Ya, gitu. Jadi, acara perayaan juga kita akan ambil garis tengah nya juga walau acara inti nanti akan didominasi Jermannya. Tapi ada juga acara Batak nya, juga, ada rencana ngajak tamu nari poco-poco, terus, murid kesayangan juga akan nari Bali. Oh ya, kita juga pengen ngenalin tumpeng. Indonesianya masih kurang? Ayo dikasi masukan, dengan senang hati kami akan mempertimbangkan kalau bisa diusahakan.

Jangan tanya kenapa saya tidak pulang ke Indonesia dan merayakan dengan adat di sana. Siapa yang tidak mau merayakan di tanah air? Terlebih lagi, saya memang senang dengan hal-hal yang berbaut kultur. Tapi ada banyak pertimbangan lain sehingga kami putuskan perayaan di sini. Bagaimana dengan biaya? Setelah di tahap ini, saya bisa melihat, bahwa tidak jauh perbedaan mengenai biaya. Pada akhirnya biaya bukanlah pertimbangan utama. Karena itu bisa diatur dan menyesuaikan kan yah…

Oh ya, ada beberapa hal yang saya pelajari dari kultur Jerman (Berlin) nya terkait perayaan pernikahan. Ibu mertu sudah menyiapkan sejumlah list saat kami putuskan merayakan pernikahan, termasuk beberapa diantaranya:

  • Gaun pengantin harus baru (ini dapat hadiah dari kakak)
  • Salah satu dari barang yang dipake hari itu harus ada yang dipinjam (minjam barang dari kakak, enak nya punya kakak perempuan… haha)
  • Ada ban stocking biru langit (ibu mertu beliin)
  • Pake stocking lama
  • Ada barang lama dari bang Steph, semisal surat atau foto (bawa passphoto saja biar irit tempat)
  • Bang Steph nggak boleh melihat gaun pengantin

Iya, masih baru segitu saja persiapan kami untuk tanggal 4 dan 11 November ini. Masih banyak yang perlu dipersiapkan, maklum nggak meminta EO bantuin. Undangannya pun saya buat sendiri, cuma 100 ini juga sih, jadi nggak masalah. Disamping untuk kepuasan diri sendiri juga.

Einladung.jpg

(Undangan kami)

IMG_1261a

(Walau foto ini spontan, kaya marahan, tapi si bang Steph setuju jadi background foto undangan kami seperti di atas)

Karena teman-teman adalah bagian dari kebahagiaan kami, dengan senang senang hati kami berbagi kebahagiaan dengan mengundang teman-teman. Kami di info kan saja ya… Terimakasih!

Salam hangat!

Kezia & Stephan

Advertisements

17 Comments Add yours

  1. kunudhani says:

    selamat ya kak, moga acaranya lancar tanpa halangan 🙂

  2. Christa says:

    Waaahh banyak selamat yaaa Nin, semoga bahagia selaluuuu… dan lancar semuanya. Happy for you 🙂

  3. wasaparisian says:

    selamat atas pernikahannya semoga lancar bahagia dan langgeng sampai kakek nenek…*maaf salim buat pengantinnya dari jauh..*

  4. Dian Napitupulu says:

    Congrats kakak. Happy for both of you. Jesus bless ☺

  5. Lala says:

    Selamat eda deniiiii, turut berbahagia, semoga menjadi happy family dan penuh keberkahan sampai kakek nenek

  6. HUM says:

    Kalok datengnya belakangan masih dapet jamuannya nggak ni.? 😅

  7. inlycampbell says:

    Selamatttt yaaaaa Nin.. lancar sampe hari H dan langgeng selalu sama bang Steph.. nanti posting tentang hari H juga ya.. 🙂 penasaran, pasti meriah sekali dengan perpaduannya..

  8. Mas Yunus says:

    Selamat mengarungi bahtera baru, semoga acaranya sukses. Backgroundnya penuh makna, keren Mbak Dina!

  9. Selamat ya Den, semoga acaranya berlangsung dg baik.
    Waktu aku nikah ga ada ciuman di altar, pendetanya lupa kali 😀 .

  10. Ria says:

    Selamat menempuh hidup baru…. I wish I can be there to see attend your wedding tapi doanya saja yg dikirimkan ya 🙂

  11. Indri Az says:

    Selamat ya Key…semoga acaranya berjala lancar san sukses…kami hanya bisa mendoakan dari jauh..sayang kami selalu buat Kezia

  12. astrirahmalia30 says:

    Selamat ya den, semoga lancar acaranya nanti, dan kalian langgeng terus, awet , dan bahagia selalu

  13. denaldd says:

    Selamat ya Kei dan Steph untuk pernikahannya. Semoga bahagia selalu dan langgeng. Senang aku baca kabar gembira ini Kei. Desain undangannya pun bagus. Andaikan Den Haag deket ya, pengen datang. Pengen merasakan suasana pernikahan di LN.

    1. Makasih Den, Amin! Wah, saya pun telat membaca semua pesan di sini… kita akan sangat senang banget kalo kalian bisa datang. Acara ngumpulnya pasti seru. Wah, gimana dong… saya malah jadi grogi sendiri… kalau restoran kita memang minta dilebihkan untuk 10 tamu, masih bisa kalau kalian datang. Pokoknya, kita nggak mau nyusahin, yang pasti kita welcome dan senang banget kalau kalian bisa datang ya Den…

  14. cc…congrats ya duh wish I was in Berlin right now.. pengen banget hadirin wedding nya… pasti bakal keren deh 🙂

    anyway itu yang tanggal 11 bener2 full ya from 1PM till evening 😉

    semoga acara nya berjalan lancar ya ci. God bless both of you xoxo 🙂

  15. Terimakasih banyak teman-teman semua untuk ucapannya ya, nanti saya kembali setelah tanggal 11 November ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s