Semarak Pesta Rakyat dari Wisma KBRI Berlin

IMG_2194a.jpg

(Wisma Kedutaan Besar RI, Berlin)

Dari tempat mobil terpakir, kami sudah mendengar pembesar suara seperti hajatan. Semakin dekat, semakin terdengar jelas bahasa Indonesia yang digunakan dan semakin tidak sabar untuk segera tiba di tempat. Suasananya udah seperti mau kondangan saja pekan kemarin. Sekilas terpikir juga, bagaimana meminta ijin setempat untuk bisa memasang loudspeaker seperti itu di tempat terbuka, karena di Jerman, ini bukanlah urusan mudah. Terutama di kawasan yang kita tuju, kedutaan besar.

Setelah beberapa saat jalan kaki, terlihat bendera merah putih mengangkasa. Umbul-umbul merah putih pun segera mengikuti. Tidak hanya itu saja, payung Bali (benar nggak namanya gitu ya?) juga bertengger kokoh di kedua sisi pintu masuk wisma Kedutaan Besar RI. Pesta Rakyat diadakan di halaman belakang wisma dan dihadiri ratusan (mungkin sampai 300 an) masyarakat Indonesia.

KBRI.jpg

(Suasana Pesta Rakyat di Wisma Kedubes)

Setelah beberapa hari hujan dan cuaca kurang bersahabat, Sabtu lalu kembali terlihat langit biru membentang beberapa saat di langit Berlin. Suhu kembali hangat, 27°C, seolah menyempurnakan kegembiraan di musim panas kali ini, bersamaan dengan digelarnya Pesta Rakyat di wisma Duta Besar RI hari itu.

Adalah perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 dengan konsep Pesta Rakyat, yang diadakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Berlin, berlangsung dengan meriah dan sangat menyenangkan. Bagaimana tidak? Cuaca yang bagus mendukung mood yang bagus dan kita semua kenyangggg… Haha. Iya kan, dua hal ini sangat berhubungan melancarkan melewati hari.

Pesta ini seolah jadi moment tepat buat kita ketemu masyarakat Indonesia lainnya di sini, belum lagi yang hadir disuguhkan makanan Indonesia yang enak, dan, gratis (ini penting), permainan-permainan yang mengingatkan tanah air serta hadiah-hadiah yang menarik.

Pesta Rakyat dimulai pukul 10:00 sampai 17:00 waktu setempat. Karena agak mundur juga waktu selesainya, kita keburu sudah ada janji, jadi persis pukul 17:00 harus pergi ceritanya. Kita (saya sih tepatnya) terpaksa rela nggak dengar lagi pengumuman siapakah pemenang kedua sepeda keren dan tiket pp Berlin-Jakarta tersebut.

IMG_2196a.jpg

(Hadiah utama)

IMG_2199a.jpg

(Pembawa acara Abang Jakarta dan Noni Jerman (Kostum) beserta dua sepeda hadiah Hari Merdeka, selamat buat yang dapat!)

Wuih! Kece banget kan hadiahnya? Banget! Koordinator Pesta Rakyat kali ini bener-bener jempolan (langsung ingat makanannya lagi yang enak dan melimpah juga).

Walau tidak terlihat yang berpakaian tradisional, atau semacam fashion show pakaian tradisional (saya paling senang bagian ini soalnya dari perayaan HUT RI), tapi dengan melihat kebayaan dan batik dari masyarakat Indonesia yang hadir, berasa banget Indonesianya. Senang!

Di kedua sisi wisma di bangun tenda-tenda makanan, juga bazar atau penawaran-penawaran terkait Indonesia. Yang paling seru, ya, mencoba menu makanan yang khas tanah air; semur daging sapi, telor balado, sate ayam, sambel ampela+hati+pete, dan menu penutup ada bakso. Oh ya, belum lagi ada es dan minuman khas lainnya, kalo ini nggak sempat cobain udah ludes.

KBRI 1

(Makanan-makanan dan Bang Steph yang saya minta pegangin makanan)

Kita memang telat datang ke acara karena kita ada urusan dulu di pagi itu. Setelah check di google map kalau jarak Rüdeloffweg 7 (Berlin) berjarak sekitar 13,5 kilometer dari rumah, akhirnya kita memutuskan untuk tidak naik sepeda ke Pesta Rakyat 2016. Iya, selama musim semi dan panas ini, kita menggiatkan naik sepeda saat akhir pekan, ceritanya baru dapat 500 Km dari akumulatif sepedaan sesempatnya itu.

Jadi, selain ketemuan sama teman-teman Indonesia, menikmati makanan Indonesia yang enak dan gratis, ikutan games dan bule-bule lucu yang berpartisipasi ikutan games, dengarin musik live, dapatin hadiah, apalagi yang istimewa dari perayaan kemerdekaan RI di Wisma Kedubes kemarin? Wah, banyak! Rasa bahagia memang tidak bisa didefenisikan dengan kalimat saja kan yah.

Jangankan Bang Steph yang jarang-jarang saya dengar ketawa lepas, saya yang sudah tau saja, masih terus saja ngakak lihat permainan-permainan itu kembali. Kenapa? Permainan itu bukan saja perihal peserta yang lucu saat menjalani game, tapi juga mengembalikan saya pada tanah air, memori lama dan masa kecil. Merasakan kegembiraan sederhana ini sesungguhnya adalah warisan nenek moyang kita yang sangat berharga dan perlu terus dijaga. Kegembiraan berkumpul serta berbagi kebahagiaan.

Berikut ini adalah beberapa foto dan kolase permainan yang diadakan panitia, memasukkan pensil di dalam botol, joget koran, joget heboh, tarik tambang dan masih banyak lagi. Pesertanya banyak yang bule juga, coba deh yang lomba joget koran, haha… itu lucunya minta ampun, sampe gendong-gendongan itu grup bule. Entah darimana juga idenya biar tetap menapak di lipatan koran yang semakin kecil, dengan gendong-gendongan. Pintar juga. Mungkin karena keseriusan orang bule ini, joget pun serius menang, hahaha… jadi mereka banyak menang. Gimana dong, ini nggak boleh dibiarkan untuk bidang lain ya… hahaha…

IMG_2207a-COLLAGE

(Lomba memasukkan pensil dalam botol)

IMG_2224a

(Lomba joget koran, koran-korannya digelar)

IMG_2228a-COLLAGE.jpg

(Lomba joget koran; gendong-gendongan (foto atas), pemenang (kiri bawah), si adek bule mikir gimana berdiri di koran sekecil itu (kanan bawah))

IMG_2230a.jpg

(kayanya foto kanan bawah lucu, ini versi gedenya saat mereka bingung gimana harus berdiri di koran sekecil itu, lalu gendong-gendongan seperti foto di atas)

IMG_2249a-COLLAGE

(lomba joget heboh (perorangan), nah, lihat kan si mbaknya pemenangnya. jago loh..)

IMG_2273a.jpg

(Kata pembawa acara; pemenangnya yang menarik, yang berhasil menarik)

Kalau boleh jujur, untuk urusan menikmati hidup, saya bersyukur memiliki darah Indonesia. Maksudnya? Karena banyaknya tantangan dan masalah di tanah air, kita cenderung lebih dekat pada Tuhan dibanding mereka-mereka yang mengandalkan logika dan ilmu pengetahuan ini. Dan hal positif lainnya, ketika kita ada masalah, lebih bisa menerima dan tabah.

Selain itu, kita memang demen ngumpul kan, urusan makan enak atau enggak, belakangan. Dan hal lainnya lagi, kita masih sangat dikenal dengan keramahannya. Ini contohnya, ketika saya nenteng kamera, mas berdua ini bersedia di foto (saya post di sini barangkali kebaca ya mas, terimakasih sudah senyum ke kamera saya ya).

IMG_2203a.jpg

Terimakasih KBRI sudah mengumpulkan kita masyarakat Indonesia dalam moment hari Kemerdekaan ini, plus dijamu makan serta ada hadiah-hadiah juga. Tidak terasa, segera kita menapak di angka 71 peringatan kemerdekaan RI, mari terus semangat berkarya untuk merah putih. Rangking kita di Olimpiade nomor berapa sekarang?

Sekali lagi, Dirgahayu Indonesia!

13920738_10209904969043514_4215461270688246220_n.jpg

(foto kita dengan background Merah Putih dong)

Advertisements

12 Comments Add yours

  1. riatumimomor says:

    Selamat merayakan kemerdekaan RI juga ya 🙂 Walau jauh tapi dekat di hati selalu deh…. *Baso-nya kok gak keliaaaataaan?*

    1. Selamat Hari Kemerdekaan mbak! Asyik banget jelang HUT RI ya…. dimana-mana lomba dan meriah umbul-umbulnya…
      Bener mbak, walau jauh tapi tetap dekat di hati… apalagi kalo udah lihat teman-teman Indo dan makanannya…. hahaha…

      Itu ada di bagian foto makanan mbak, cuma karena foto nya kecil, mungkin nggak detail mbak… yang kelihatan cuma tempat2nya saja.

  2. winnymarlina says:

    wah disana meriah juga ya kak

    1. Iya say, senang ngumpul dan ngerayain bareng…. yuhuuu

  3. Lala says:

    Seru, heboh, berasa ikut ada disana, siiip pokok e.

    1. Makasih say, memang menyenangkan kalo udah urusan ngumpul ya…

  4. Lala says:

    Seru, heboh dan keren, berasa ada disana

    1. Kalo di kampung kita, lebih seru lagi karena games nya banyak dan ada pawainya juga say

  5. Wah rame juga yach disana.

    Bagian dekat dengan Tuhan dan tabah menghadapi masalah itu benar bangat yach. Dan bisa ngumpul ama teman sebangsa di negeri lain itu rasanya nikmat bangat.

    1. Betul say, berasa aja gimana dengan mereka yang punya Tuhan… feelingnya pasti beda saat menyikapi masalah. Ngumpul sama teman memang paling asyik, apalagi kalau sambil makan-makan say… hahaha

  6. inlycampbell says:

    AKu pas 17an kemarin gak ke pusat kota, jadi yah biasa2 aja.. ( pas lg di New Zealand kemarin ) Tapi emang seru yah kalau di KBRI gitu, banyak makanan dan acara yaa..

    1. hihihi… serunya begitu say, banyak makanan dan ketemu teman-teman Indonesia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s