Berlin Carnival Parade 2016

 

IMG_1000a

(pengunjung yang berjejal)

Akhir pekan kemarin, walau cuaca kurang bersahabat, Berlin kembali ramai dengan pengunjung Karnival tahunan yang disebut Karneval der Kulturen (KdK). Awalnya saya terpikir, festival ini terkait tentang kehidupan orang Jerman jaman dulu di area Berlin. Nyatanya, bukan demikian konsepnya. KdK atau Carnival of Cultures adalah urban festival yang berlangsung selama empat hari, tepat di hari Pentakosta, atau diidentikkan juga pesta menjelang musim panas. Karnaval ini tidak lain untuk merefleksikan wajah dan kehidupan Berlin dari berbagai sudut perbedaan.

Festival ini dirangkai dalam konsep musik dan tarian yang apik, melibatkan profesional maupun bukan, anak-anak dan dewasa dalam iringan parade yang mewakili grup atau suku bangsa. Tidak hanya itu, keanekaragaman warga suku bangsa yang mendiami Berlin juga bisa dikenal lebih dekat lewat stand makanan dan souvenir khas negara tersebut yang bisa dikunjungi di sepanjang jalan Kreuzberg.

Program ini gratis dan terbuka untuk semua warga Berlin serta pengunjung. Festival jalan tahunan terbesar dengan perkiraan pengunjung 1,3 juta per hari ini jatuh pada tanggal 13-16 Mei 2016 kemarin. Saat mendengar wawancara dan tanggapan kepala pemerintah Berlin tentang karnival ini, dimana beliau juga sempat menyebut, bahwa Berlin mengeluarkan dana sebesar 800.000-an euro untuk festival ini, saya kemudian terpikir, betapa mahal nya menggalang rasa persatuan itu demi membantu melancarkan pembangunan daerah terkait.

Ya, disadari atau tidak, warga yang tinggal di Berlin lah yang membuat ekonomi kota ini bergerak cepat. Karena itu, sudah sepantasnya juga pemerintah menjembatani setiap perbedaan diantara penghuni dari berbagai bangsa dan negara tersebut. Bukankah dengan mengangkat tema kultur seperti ini akan membuat sekat antara warga dengan pemerintah akan semakin tidak terlihat? Bahkan diantara sesama warga nya juga.

***

Jadi ceritanya, kita mengunjungi  KdK hari Minggu kemarin, kebetulan Minggu adalah puncak perayaan Karnivalnya. Karena perayaan ini sangat padat, beberapa jalan serta transportasi umum ditutup, sebaiknya, naik kereta saja ke sana. Dari area kita, cukup naik u8 sampai Hermannplatz. Beberapa halte kita masih jalan lagi karena mau melihat iring-iringan karnival, seperti foto-foto ini.

IMG_0675a

(saya menghargai mereka yang bahkan memberi senyum kepada bidikan kamera saya)

IMG_0748a

(bagian dari iring-iringan karnival)

IMG_0789a.jpg

(para penari)

IMG_0786a.jpg

(lambaian dari mobil karnival)

IMG_0800a.jpg

(ini pasti penari profesional, sayangnya ketutup)

IMG_0811a

(iring-iringan grup India)

IMG_0833a

(sapaan dari UNISEC di dinding mobil karavan)

IMG_0882a

(salah satu grup karnival)

IMG_0896a.jpg

(grup musik tampil dari mobil karnival)

IMG_0911a

(kostum karnival Brazil yang menarik)

IMG_0927a

(Berjalan terpisah dari iring-iringan)

IMG_0937a.jpg

(Mobil karnival dari Afrika)

IMG_0864a

(promosi vegetarian berkostum)

IMG_0685a

(3-5 km mereka ikut pawai seperti ini)

IMG_0884a

(pawai juga ramah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus)

IMG_0735a.jpg

(kata si abang, posisi para polisi itu paling menyenangkan melihat karnival)

IMG_1016a

(lihat ke balkon sebelah kanan jalan malah ada yang lebih oke posisinya)

IMG_0957a.jpg

(aneh kalo di tempat sesak begini masih mikir ngerokok dan tidak mikir orang lain)

IMG_0977a.jpg

(nge-bir dimana-mana terlihat)

IMG_0990a.jpg

(nggak nanya-nanya lagi kenapa ada yang sampai manjat lampu merah)

IMG_0945abc.jpg

(walau sesak pengunjung, tapi ketika mobil ambulance lewat, semua minggir)

IMG_1043a

(peta lokasi hal penting termasuk pertunjukan dan toilet)

Pada akhirnya, terpikir jadinya, festival ini mengikutkan konsep pendekatan multi-kultur yang menarik menurutku. Jangankan kultur asli Jerman, kultur orang pendatang juga diperkenalkan dan dipelajari bersama-sama. Respon yang diharapkan setelah ini tidak lain adalah rasa nyaman warga internasional, minoritas utamanya, yang tinggal dan beraktivitas di Berlin. Siapa yang menggerakkan ekonomi ibu kota Jakarta? Mungkin perlu dipertimbangankan konsep yang searah, membuat nyaman penghuninya.

13177987_10207660961856998_1982532910226505483_n

(dapat oleh-oleh di dahi saat mobil karnaval India lewat)

Sudah diposting sebelumnya di sini.


 

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. winnymarlina says:

    kalau acara disan itu sambutan orang ramia ya kak

  2. kalo disini nanti ci pas june-august nah banyak dah parade2…gay parade, international day parade, asian american parade, puerto rican parade, etc. pokoknya at least every month ada parade lah di nyc ini, makin hangat makin banyak. dan gak cuma di city aja, di borough2 lain pun ada.

    kalo mau yang asyik banget ada west african parade nah mirip2 di Brazil tuh ci… dslr pada keluar semua deh 🙂

    1. eh sorry maksudnya west Indian parade.

  3. Rameeee bangeeet mbak carnivalnya ._. suwer itu dana buat carnivalnya 800000an euro ._. banyak banget ya btw ._.

  4. Seru banget acara beginian, di indonesia sudah mulai banyak carnaval macam gini

  5. boyin says:

    enaknya nonton gitu ama minum beer seger jerman..wuihh…

  6. Miqdad says:

    waaahhh… sepertinya seru dan rame bnget itu ya mbak… pengen menghadirin scara seperti itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s