Cerita Summer Course: “Smart People” menuju “Smart City”

1432150525498973193
Ruang Workshop di hari terakhir

September kemarin cukup ceria buat saya seperti lagunya Panduwinata. Diawali dengan pameran lukisan di kantor imigrasi, dimana, karya sederhana saya juga diikutkan. Setelah itu, pertengahan bulan lalu, saya juga beruntung bisa ikut „summer course“ yang diselenggarakan oleh Fakultas kami, Fakultas Arsitektur.
.
Ceritanya, sehari sebelum dimulai summer course tersebut, secara tidak sengaja saya melihat pengumuman di page nya universitas yang mengundang para staff akademik serta mahasiswa universitas kami yang ingin mendengar seminar terbuka, karena kebetulan ada beberapa seminar yang dibuka untuk umum.
.
Tergerak hati meng-klik link tersebut dikarenakan tema yang ditawarkan cukup menarik yakni tentang “Smart City Concept”. Ya, topic terkait “urban planning” yang dibawakan saat itu memang perpaduan antara teknik sipil dan arsitektur, dimana dua-dua nya adalah bidang yang saya geluti belasan tahun terakhir. Sudah tua saya rupanya, oh…ternyata.
.
Lalu, saya pun mulai patah hati ketika saya meneruskan membaca programnya. Saya menyadari pembicara-pembicara yang didatangkan sangat bagus, mulai dari Jepang sampai UK dan yang pasti, dari dua universitas favorit saya sepanjang masa juga ada disana yaitu Harvard dan MIT. Gak kesampean kuliah di dua universitas dua jajaran teratas itu, setidaknya dengar pembicara dari sana jangan sampai terlewatkan jugalah.
.
Dan karena itulah, saya tak mau putus asa walau jelas-jelas sudah terpilih 19 orang peserta dari seantero yang melamar. Saya tetap nekat mengirimkan e-mail kepada universitas menyatakan bahwa saya ingin ikut program itu. Saya promosi diri semampu yang saya bisa, dan sebenarnya sedikit memaksa juga biar saya dikasi kesempatan. Haha. Berharap tipis memang walau latar belakang pendidikan saya mencakup teknik sipil dan arsitektur memenuhi syarat. Dan benar saja,  respon pihak panitia hanya bilang bahwa saya boleh saja ikut seminar umum. Hiks. Kandas harapan saya saat itu. Mau tidak mau, saya harus terima karena itu kesalahan saya, tidak tau informasi dan memang tidak mencari juga.
.
Namun dua hari berlalu, saya dapat email lagi, yang menyatakan kalau Professor koordinator mengijinkan saya ikut summer course karena ada satu orang sudah pulang. Dan saat itu, saya diyakinkan bahwa dua hari sebelumnya baru pembukaan saja. Pengen loncat-loncat karena senang tapi saya keburu gugup lagi karena saya diminta gabung ke workshop Sabtu pagi, sementara saya baru baca emailnya Senin pagi. Oh! Berbalasan email sebentar, dan, YES! Lalu saya diminta datang langsung ke lokasi workshop Senin pagi itu.
.
Wow! Senang.
.
Ruang workshop sibuk dengan diskusi dengan sistim rotasi. Dan jujur, saat itu, saya merasa jauh dengan topik yang dibahas karena kebetulan bagian keseharian saya adalah desain struktur dan gempa (yang sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari konteks “smart city” yang dimaksud). Namun, ketika bergabung dengan para peserta yang terdiri dari 10 kandidat doktor, 5 doktor dan 3 Professor itu, keinginan saya untuk mengetahui tentang „smart city“ semakin meluas. Cukup bagus memang kriteria pemilihan kandidat peserta, dimana panitia tidak hanya memilih
peserta dari teknik sipil dan arsitektur, tapi juga dari latar belakang ekonomi, kimia, infomasi teknologi, phisikologi, dan beberapa jurusan lain.

14321507341502912941
Salah satu teknologi yang diperkenalkan menuju smart city (kunjungan ke lab)

.

14321508161378748194
Salah satu seminar keren favorit saya
143215093274435975
Topik keren lainnya yang dibawakan oleh MIT, bagaimana upaya New York mengatasi kemacetan (kamera saya grogi)

.
Dua minggu saja mengikuti summer course itu, tapi tidak bisa dipungkiri, bahwa setiap akhir hari
adalah saat yang sangat menyenangkan sekaligus melelahkan. Programnya sangat padat, ya, iyalah…mana mau pemerintah Jerman bayar mahal kalau tidak ada gunanya? Setiap hari, jadwal diskusi yang sangat intens, nara sumber yang bagus, seminar umum sekali dua hari, ditambah tugas-tugas kelompok dan pribadi.
.
Yang pasti, apa yang saya dapat selama 2 minggu itu, membuat saya merasa sungguh beruntung diberi kesempatan belajar di summer course tersebut. Dan sejak saat itu juga, keinginan saya menjadi bertambah, saya ingin belajar lebih banyak tentang konsep “smart city”. Dan berangkat dari ujung tombak dan penggerak „smart city“ itu sendiri, membidik dan mendidik manusia “smart people“ adalah modal utama, membangunkan keinginan saya yang lain menuju tujuan tersebut.
.
Oh ya, satu hal yang saya perhatikan saat itu, peserta selalu diminta sumbangan ide juga untuk setiap kasus yang dilontarkan, baik saat seminar, ataupun, ketika kunjugan industri. Jauh terselip di dalam hati saya, kapan pemerintah saya mengadakan program semacam ini? Tidak ada salahnya mendengarkan sumbangan ide dari program seperti ini, bukan? Jerman saja, mau dan terbuka, kenapa kita tidak? Eh. Koq maksa lagi, nama tengah saya ini, sih. Dan, sebenarnya, karena saya juga ingin ikutan lagi….:)

14321510361354363645
Pertama kali masuk bar… haha. Selain acara yang padat, acara bersenang-senang juga diatur untuk peserta summer course

Noted: Ini tulisan 1,5 tahun lalu, nggak terasa waktu berlarian. Banyak draft nggak kelar-kelar…

Advertisements

26 Comments Add yours

  1. zilko says:

    Hihihi, selain (jelas) isi dan presentasi plus diskusinya, yang seru dari summer course atau konferensi gini memang acara sosialnya, hahahahaha 😆 .

    1. Betul banget, itu bagian senangnya konfrens, seminar, atau summer course. Mau nge-bar pun obrolan orang-orangnya berisi. kadang lupa itu acara bersosialisasi atau masih kerja, hahaha…pusing kadang-kadang… haha

  2. Ria says:

    Pas baca ini jadi keinget acara di Balai Kota ttg aplikasi Qlue utk mewujudkan Jakarta Smart City. Kl di sini, aplikasi Qlue tempat masyarakat bisa melaporkan fasilitas umum yg rusak dsb yg harus ditangani aparat pemerintah.
    Cuman ya, being pessimistic, anggap aja Ahok terpilih lg thn 2017 dan smp deh ke 2022…. Penggantinya apa mau nih nerusin program ini?

    1. Wah, keren mbak. Ngarap pake banget Pak Ahok ngundang kita.. hahaha… pengen ngobrol2 gitu tentang tata kota, konsep Jakarta SmartCity nya… keren! Iya mbak, semoga kepilih dan program2 lainnya nambah.

      1. ria says:

        Udah mulai berjalan kok si Qlue ini. Udah bisa didownload via playstore and appstore. Malah utk pengguna android ada Qlue Transit bagi pengguna busway dan Qlue Safe utk melapor tempat2 mana yg gak aman dan yg aman.

      2. iya mbak, maksudnya, semoga semakin banyak lagi applikasi-aplikasi yang keren seperti ini di sana, biar Jakarta menuju smart city nya benar-benar segera terwujud

  3. Maya says:

    Kereeen, padat ya ilmu nya. Semoga bermanfaat. Hehehe rejeki ternyata gak kemana ya Nin 😉

    1. Makasih May, Aminnn…. semoga ada gunanya. Betul say, kalo Tuhan berkehendak, nggak ada yang bisa menggagalkan. 🙂

  4. Christa says:

    seruu ya, duh kangen rasanya ikut course2 gitu yg bikin tambah pinter. Alias kangen sekolah aku Nin 🙂 hehehe

    1. Seru mbak, senangnya pake banget dapat ilmu baru dan teman-teman baru. Hehe… iya, sama mbak, pengen sekolah lagi, entah mau sekolah apa lagi.

  5. Ceritaeka says:

    Wah keren kaaak. Terpilih menjadi peserta yang limited gitu. Btw Adrian suka banget lagu-lagunya Vina Panduwinataaa ^_^

    1. Puji Tuhan say, diberi kesempatan. Wah, saya juga Ka… senang sama lagu-lagunya Vina 🙂

  6. nyonyasepatu says:

    Den, mau dong liat lukisan kamuuuu 😄 penasaran nih

    1. Mbak Noni, ada di kantor imigrasi mbak, nggak dibalikin. Saya cuma pemula mbak.
      pengen belajar lagi ntar kalo lagi ke Indo, gimanapun, cari ilmu yang murah itu di Indo.

  7. Mbak Denina pelukis ya? Sukses ya mbak 🙂

    Btw lama amat ngedraftnya mpe 1,5 thn xixixixi

    1. Mbak Aprillia, makasih buat mampirnya ya.
      Saya bukan pelukis mbak, cuma iseng saja.

      Iya ini mbak, saya memang pemales banget. haha.

  8. denaldd says:

    Wah Kei, baca ceritamu ini aku jadi kangen dengan suasana kampus. Aku tuh sukaaa banget kuliah atau belajar. Cuman ga sukanya bagian ujian haha. Mudah2an tahun depan ada kesempatan aku balik lagi ke kampus. Ihh kamu keren yaa, jago melukis ternyata. TOP!

    1. Haha… sama kita Den, demen banget belajar dan yang terkait dengan itu tapi nggak demen ujian, apalagi disini ujiannya seringan oral test dulu, duileh… rempong nya ngak kebayang. Untung sudah nggak ada ujian lagi, jadi, udah hora hore ceritanya.
      Enggaklah, urusan lukis itu cuma selingan say belum pro.

      Amin! Semoga yang dicita-citakan terwujud ya!

  9. wah ci, aku mau liat lukisan nya?!? (aku juga suka lukis dulu sekarang lagi balik lagi nih cuma alat2 nya mahal 😦 )

    kemaren ini aku ada pembicara yang udah kerja di Disney, Dreamworks, sama Pixar. animator gitu ci udah 30 tahun kerjanya di bidang animasi. portfolio nya sih keren dah, Lion King, Little Mermaid, Shrek, Bug’s Life, Toy Story. ckckck…

    1. Wah, kenapa nggak diterusin? Kalo udah suka, itu hiburan dek, refreshing juga. lukisannya nggak dibalikin dek, jadi nggak bisa dikasi lihat. ntar lah ya, kapan2 lagi kalo sempat.

      orang-orang hebat, kerja kerasnya double… malu jadinya yang masih dalam kondisi yang sama

  10. winnymarlina says:

    keren bgt kak. smeoga pak ahok baca hehe

    1. Makasih say, siapa tau group ini ntar diundang ke Jakarta ya… amin! maunya 🙂

  11. alrisblog says:

    Saya gak tau di Indonesia ada gak sih kegiatan di universitas yang sifatnya sama dengan summer course ini. Kegiatan ini disamping dapat ilmu ternyata ada juga hore-horenya, 🙂

    1. Iya mbak, saya juga nggak tau. Tapi dulu, waktu di bus kuning UI sering saya ketemu mahasiswa asing yang ada di sana selama satu semester. program summer course itu sedikit beda, karena grup, dan biayanya besar dan ditanggung pemerintah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s