Museum Pergamon Berlin: Koleksi Museum Seni Islam Terbaik di Dunia

IMG_3698a1

(Mengintip Pergamon dari salah satu ruangan)

Kalau cuaca dingin begini, wisata museum menjadi salah satu pilihan karena kita tetap bisa menggunakan waktu dan melakukan sesuatu yang menarik. Menarik nggak sih ke museum? Atau malah kuno? Haha. Saya suka sejarah, jadi, menarik saja menurutku mengetahui sesuatu hal yang baru.

Ceritanya, Sabtu pagi itu, si abang nanya, „besok sepulang gereja kita mau kemana? Mau nyobain restoran yang di pojok itu nggak?” Dia menyebutkan sebuah nama restoran Tapas (Spanyol) yang minggu sebelumnya kami bicarakan. Dia sih enak, makan seberapa saja nggak ngembang. Nah, saya? Naikin berat badannya cepat, turuninnya bertahun-tahun.

Jadi, mumpung masih dalam penawaran, saya terpikir mengajukan penawaran balik “gimana kalau kita ke Museum Pergamon saja?” Dia nyengir tapi kemudian beranjak dari depan tv lalu mengambil tab. Karena tidak ada “ya” atau “tidak” saya pikir penawaran saya tidak menarik. Namun beberapa menit kemudian dia bilang „tiketnya sudah saya beli online, kita ke Museum Pergamon besok, sekarang kita siap-siap ke Prenzlauer Berg (maksudnya ke tempat fitness).”

Horee!

Cukup! Cukup! Intronya kebanyakan.

.

Gereja Berliner Dom dan Museum Pergamon berjarak tidak jauh satu sama lain, jadi tidak perlu pindah parkir siang itu. Saat kita tiba di museum Pergamon, antrian sudah panjang di depan museum. Beruntung tiketnya dibeli online, rupanya, yang membeli tiket online diberi akses khusus, tidak perlu ikut dalam antrian yang panjang. Asik! Tiket untuk orang dewasa dikenakan 12 Euro sementara untuk pelajar/mahasiswa 6 Euro.

IMG_3809a1

(selasar menuju Museum Pergamon)

Oh iya, museum Pergamon Berlin adalah bagian dari Museumsinsel (museum=museum; insel=pulau). Mungkin karena letak museum-museum tersebut seperti didalam pulau dimana lokasinya memang dikelilingi oleh sungai Spree sehingga dinamai demikian. Museumsinsel ini masuk dalam warisan budaya UNESCO sejak tahun 1999 dimana Museumsinsel itu sendiri terdiri dari 5 museum: Altes Museum, Neues Museum, Alte Nationalgalerie, Bode Museum dan Pergamon Museum.

Jangan lupa, di pintu masuk, kita bisa meminjam headp set dengan setting bahasa yang kita inginkan (Inggris, Jerman, Rusia, Prancis, dll, tapi sayangnya, bahasa Indonesia belum ada). Dengan alat tersebut, kita bisa tau lebih banyak tentang koleksi antik dan artefak sesuai dengan penomorannya. Dan terkait dengan hobi orang Jerman meneliti, di sana kita bisa melihat hasil dari penelusuran mereka dari beberapa tempat. Cerita penelusuran artefak Babylon, Uruk, Assur, Miletus, Priene and Mesir ada di sini.

IMG_3644a1

(kira-kira beginilah di masa itu)

IMG_3650a1

(facade nya)

IMG_3645a1

(dindingnya)

IMG_3658a1

(Hebat yah desain dan kosep nya! Dimana kira-kira gerbang ke-8 Pergamon?)

Apa yang menarik? Bisa dibilang, Museum Pergamon ini adalah salah satu tempat wisata populer di Berlin dengan kunjungan turis pertahun lebih dari satu juta pengunjung. Museum ini tidak saja berisi koleksi seni dan arkeologi tapi juga berisi koleksi antik dan Islamic Art dari middle east. Dua bagian utama dari museum adalah Pergamon Altar dan Gerbang Ishtar.

Pergamon Altar

Pergamon Altar adalah monumen yang dibangun di masa pemerintahan Raja Eumenes II di pertengahan abad ke-2 SM di salah satu teras acropolis, kota Yunani Kuno Pergamon di Asia kecil. Altar punya unsur politik masa itu. Karena itu, strukturnya memang terlihat sangat megah dengan tangga depan yang memiliki lebar hampir 20 m. Jika sejarah kembali ke tahun 1878-1886, saat itu Carl Humann dari Jerman melakukan penggalian resmi acropolis dari Pergamon. Atas kesepakatan dengan Turki, semua hasil penggalian arkeologi saat itu akan menjadi milik museum Berlin, sekaligus, menjadi asal usul Pergamon Altar bisa dilihat di Museum ini.

IMG_3741a

(20 meter? konstruksi merusak pemandangan)

IMG_3723a1

(The Market Gate of Miletus)

Gerbang Ishtar

Gerbang Ishtar dulunya adalah gerbang kedelapan di kota Babilonia. Gerbang ini dibangun sekitar tahun 575 SM ketika pemerintahan Raja Nebukadnezar II. Awalnya gerbang ini dianggap sebagai Tujuh Keajaiban Dunia walau kemudian digantikan oleh Mercusuar Iskandariyah di abad ke-6. Ketika memasuki museum, kita akan melihat pintu gerbang ini di sebelah kanan dengan warna biru terang mengkilap mendominasi dinding, yang terbuat dari batu alam. Gerbang ini didekorasi dengan mozaik bermotif naga, singa dan sapi yang melambangkan dewa utama Babel. Saat ini, museum dalam masa rekonstruksi dengan menggunakan batu asli, dan rencananya akan dibuka untuk pengunjung di akhir tahun 2019. Tapi tidak usah kuatir, museum secara umum tetap buka dan bisa dilihat walau scaffolding ada dibeberapa bagian gedung.

IMG_3706a1

(Gerbang Ishtar)

IMG_3668a1

(Gerbang Ishtar dan dinding sekitarnya)

Museum Seni Islam

Museum seni Islam di dalam Pergamon ini berisi koleksi artefak terbaik diantara Islamic Art Museum di dunia saat ini, dengan jumlah 93.000 jenis koleksinya. Kubah Alhambra, Granada (Spain), tempat sembahyang Niches dari Kashan (Iran) serta Konya (Turki) menjadi bagian penting dari museum seni tersebut. Disamping itu, koleksi karpet Ottoman dari Persia dan karya bibliografi seni bisa ditemui di museum ini. Koleksi ditampilkan secara berurutan sehingga kita bisa mengikuti tahapan serta perkembangan seni Islam dan juga sejarahnya. Saat ini hanya sedikit yang dipamerkan berhubung dengan masalah perluasan museum. Rencananya, tahun 2020 nanti, akan dikembangkan 3 kali lipat dan lebih fokus pada seni, arsitektur dan arkeologi Islam.

IMG_3769a1

(salah satu ruang museum seni Islam dengan Konya dari Turki dari samping)

IMG_3774a1

(Konya dari Turki)

IMG_3768a1

(Beberapa koleksi)

IMG_3779a1.jpg

(kubah Alhambra dari Spanyol)

IMG_3785a1

(Kubah Alhambra)

(Tempat sembahyang Niches dari Kashan (Iran))

IMG_3772a1.jpg

(ini berasal dari Sirçali Madrasa di Konya, Turki)

IMG_380411

(Koleksi karpet di salah satu ruangan)

Berjalan memasuki museum Pergamon lalu melihat koleksinya, rasanya memang seperti sedang berada di timur tengah atau Mesir gitu. Tiga jam lebih kita berpindah dari satu ruang ke ruangan lain tidak terasa. Membaca sejarah di sana, banyak hal yang mengagumkan menurut saya, tidak hanya koleksinya yang merepresentasikan kehidupan yang sudah “wah” pada masa itu tapi juga bagaimana pengetahuan mereka yang sudah tinggi dalam hal seni juga arsitektur. Jadi, kalau ke Berlin, tempat ini boleh dimasukkan dalam list. UNESCO nggak salah merujuk tempat ini sebagai warisan budaya.

 IMG_3684a1.jpg

(salah satu ruangan favorit saya, ruangan dengan jendelanya yang tinggi. Di pintu masuk, ada Statue of a lamassu, dengan badan singa dengan sayap dan kepala manusia. Biasanya ditempatkan di pintu gerbang utama memasuki kota masa itu).

a

(Berpose dengan relief dimasa Archaemenid yang dulu ditempatkan di teras istana Darius I di Persepolis atau Xerxes)

Sumber:

  1. Kunjungan ke Museum Pergamon
  2. http://whc.unesco.org/en/list/896
  3. http://www.smb.museum/en/museums-and-institutions/museumsinsel-berlin/home.html
  4. https://de.wikipedia.org/wiki/Museumsinsel_%28Berlin%29
  5. http://www.berlin.de/en/museums/3108456-3104050-pergamonmuseum.en.html
  6. http://www.discoverislamicart.org/pm_museum?theme=ISL&id=Mus01;de

Tulisan ini saya posting sebelumnya di kompasiana bisa dilihat di sini, kehapus nggak sengaja dan sekarang ada di sini lagi.

Advertisements

32 Comments Add yours

  1. pengen deh liat kubah al hambra yang ada di museum itu …

    1. Semoga segera kesampean ya mbak, keren banget memang.

  2. Rifqy Faiza Rahman says:

    Pertama, salam kenal ya Mbak, terima kasih sudah berkunjung duluan ke blog saya yang sederhana 🙂

    Masuk ke blog ini, saya terkesima karena banyak bercerita tentang Jerman. Negara yang saya impi-impikan sejak remaja. Salut sekali dengan pengalaman-pengalaman yang telah Mnak Denina lalui. Kredit khusus buat halaman “About Me” Mbak, suka dengan intro perkenalan yang berima! Hehehe 😀

    Bagi saya, museum itu menarik. Saya sangat suka dan menghargai sejarah. Apalagi museum yang diceritakan di sini, dengan fakta ia memiliki koleksi Islamic Art terbanyak di dunia. Saya jadi memiliki tambahan opsi destinasi, ketika kelak saya mungkin dapat diberi kesempatan bertandang ke Jerman 🙂

    1. Salam kenal juga untuk mas Rifqy, nggak ngerti kenapa ini mas, respon nya tertahan di bulk. Masih belum begitu paham dengan dunia blog, jadi maaf ya mas, baru lihat. Terimakasih untuk apresiasinya dan sudah menyempatkan mampir mas. Blog mas keren, penuturan bahasanya sangat bagus dan jepretannya profesional. Saya ingin belajar dari teman-teman seperti mas.

      Ayo mas, direncanakan bertandang ke Jermannya, tidak rugi mas apalagi backpacker disini juga akan tetap aman dan bisa jadi pilihan. salam hangatku.

      1. Rifqy Faiza Rahman says:

        Saya juga masih belajar kok Mbak, sama-sama belajar saja 🙂

        Semoga, someday Mbak 🙂

  3. Mira aqila says:

    Waaaaaaaaa keren sangat sotir… Bersih, teratur. Suka liat lorong pas masuk….
    Kapan ya bisa kesana… Hhahahaha. Impian dulu aja deh.
    Sehat2 y disana….
    #peyuuuukkkk

    1. makasih sotir, sayang gelap yah, lagi mendung soalnya, langit abu-abu. Kebanyang kalo lagi terang atau sekalian waktu pake lampu gitu. amin. semoga segera kesampean ya sotir, makasih sotir. selamat menikmati akhir pekannya ya. *peluk dari jauh

  4. Liza Fathia says:

    Wah, di berlin juga ya mbak? Suami saya kebetulan sdg study juga disana

    1. iya mbak, salam kenal ya mbak. wah, asik, ntar kita ketemuan yuk mbak…

      1. Liza Fathia says:

        Sayangnya aku ga bisa kesana mbak, padahal rencana pas wisuda suami mau ikut, tapi cuti dari kantorku cuma 8 hari, belum lagi urus visa dll… hiks hiks. Nasib pegawai kantoran mbak. Mudah2an ada kesempatan ketemu ya

      2. wah, sayang sekali ya mbak, nggak bisa kah ambil cuti tahunan sekalian mbak… iya mbak, teman dekat ada beberapa di Aceh, selalu pengen ke sana. kalo nggak ketemuan di berlin, di aceh mau banget 🙂

  5. Inge says:

    Keren2x potona, kakak. Kamsia sudah berbagi foto dan ceritanya.

    1. makasih juga sistah sudah mampir, pengen balik nge blog ah…

      1. Inge says:

        yuk, mareeeeee

  6. Liberto Amin says:

    Kirain di Indonesia hehehe

    1. bukan mas, semestinya di indonesia harus lebih besar ya…

      1. Liberto Amin says:

        Iyaiya.. semoga yaa

  7. chris13jkt says:

    Museumnya keren dan koleksinya juga hebat, nggak heran dimasukkan sebagai warisan budaya UNESCO. Eh tapi di luar negeri memang museum jadi salah satu destinasi favorit sih ya, nggak seperti di sini.

    Anyway, salam kenal juga Mbak. Terimakasih sudah berkunjung ke tempatku 🙂

    1. menurut saya, bisa Pak, terbukti yang ngunjungin museum banyak. Terimakasih juga sudah mampir ya Pak. Salam.

  8. Keren dan megah bangat museumnya. Berkunjung kesini berasa berada di negara timur tengah yach mbak. semoga ada rezeki ke berlin dan mengunjungi museum ini.

    1. amin. ditunggu say. museumnya keren memang, dan pantas lah unesco memasukkannya dalam list warisan.

  9. Wah gede banget ya kayaknya, terus megah gitu. Aku udah ngebayangin aja satu hari kesana mesti meluangkan satu hari sendiri.

    1. betul mbak, museum nya besar dan sebenarnya ada 3 lagi dalam satu kesatuan. ini satu saja belum betul-betul kelar karna ada janji.

  10. koleksinya luar biasa sekali kaaa

    1. betul mas, saya juga kaget lihatnya, berharap Indonesia lah yang punya koleksi sebanyak itu mengacu kepada Indonesia adalah pemilik masyarakat muslim terbesar di dunia

      1. iya kak, sayang sekali kita kurang peduli dengan warisan nusantara ini. Padahal jika menilik banyak sekali warisan islam disini dari sabang sampai merauke 😦

      2. betul mas, dan minat sebagian besar kita belajar sejarah juga agak kurang kali ya mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s