Sudut Lain Kota Berlin

IMG_0680
Bersyukur dengan apa yang kita miliki adalah bentuk penghargaan tertinggi buat Tuhan yang memberinya. Lagi kepikir kemarin saat melewati area terisolasi di Berlin ini. Nggak nyangka sekaligus kasihan sama mereka-mereka yang mengeraskan hati ini.
552b2c1e6ea834397a8b4567
Foto: Sudut Lain Kota Berlin
Berlin, 2015
.
Kemarin matahari kembali bersinar walau suhu mulai turun dari suhu belasan derajat, yang sempat bertahan beberapa hari terakhir. Bahkan diperkirakan saat pertukaran tahun di hari besok, suhu akan minus.
.
Kembali ke cerita sepedaan karena sinar matahari kemarin. Ya, maksudnya, karena matahari bersinar dengan cerah nya, langit biru membentang dengan mewahnya di atas sana, saya pengen sepedaan menelusuri tembok Berlin.
.
Sebelum perempatan Ostbahnhof (dekat tembok Berlin), saya lihat bangunan tua yang aneh. Di pintu gerbangnya ditulis macam-macam, termasuk tidak boleh difoto, tapi, saya nekat foto juga. Penasaran.
.
Akhirnya saya tanya, kenapa bangunan ini dan keanehan apa yang ada di dalamnya. Dan menurut penjelasan yang saya dapat, gedung ini memang terisolasi dari yang lain karena mereka yang tinggal di sana adalah orang-orang penentang negara demokrasi Jerman. Mereka tidak menerima keberadaan negara ini.
.
Nggak tau apa pendapat teman mengetahui potret orang yang memisahkan diri dari negara ini, tapi, tinggal di dalamnya. “Aneh!” itu yang saya bisa katakan. Tapi saya mencoba pelajari apa yang dikatakan “menyikapi perbedaan dengan jantan” sekaligus “pentingnya kesatuan hati.” Betapa mereka terlihat pincang ditengah negara yang maju ini karena nggak bisa mengambil posisi garis tengah dari perbedaan, bukan?

 

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. Hi salam kenal Denina..suka dengan posting tentang luar negeri yang non tourisity, karena klo aku ke luar negeri memang hanya jadi turis, tapi aku tertarik juga dengan masalah sosial dan kultur masyarakat seperti dalam postingan ini, membuat perjalanan semakin berharga dengan pengalaman juga. Thanks for share the story.

    1. Halo mbak Anita, salam kenal juga ya. Terimakasih untuk mampirnya. Iya mbak, saya juga tertarik dengan kultur dan masalah sosial. Sayang, terkadang banyak hal yang tidak berani kita tanyakan perihal rasa penasaran yang kita pikirkan dan lihat. Salam hangat.

  2. winnymarlina says:

    berlin itu bagus banget ya mbak

    1. saya senang dengan kota ini karna tidak jauh dari Jakarta mbak, contohnya multikultur (ramah bagi warga asing)

      1. winnymarlina says:

        bahasanya gmna disana kak

      2. saya rasa mereka tetap pakai Jerman…hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s