Kuliah di Jerman: Persiapan Mahasiswa Baru (bagian pertama)

Barusan saya baca tulisan saya sebelumnya, ternyata pertanyaan di bawah tulisan ini masih belum terjawab. Waktu itu saya janji akan membuat tulisan lagi untuk menjawab teman-teman. Semoga segera bisa punya waktu menulisnya ya. Ini kembali saya posting perihal persiapan pertama yang perlu dilakukan untuk kuliah di Jerman.

.

Selama satu minggu di awal Oktober biasanya digunakan untuk masa pengenalan kampus berlangsung. Biasanya, hampir semua jurusan membuka kelas baru pada saat winter semester.

Disamping acara penyambutan mahasiswa baru yang dilakukan oleh Rektor, lengkap diiringi musik orkestra universitas, tiap-tiap fakultas juga mengadakan acara sendiri-sendiri. Mulai dari acara yang terbilang serius, semisal pengenalan mata kuliah beserta para Professor yang membawahi institusi terkait, serta acara barbeque untuk mahasiswa baru. Tujuannya, untuk saling mengakrabkan, dan terkadang kegiatan ini juga dihadiri oleh Professor.

Kali ini, saya hanya ingin berbagi beberapa hal baru yang juga penting diketahui sebagai mahasiswa baru di negara bagian Saxony, Jerman. Dan kondisi ini juga kurang lebih sama di negara bagian lain di Jerman.

  1. Melapor ke asrama atau rumah hunian privat yang sudah dikontak

Yang pertama sekali dilakukan setelah tiba di daerah yang dituju adalah melaporkan ke pihak studentenwerk (asrama). Kalau memilih tinggal di privat, hubungi pihak yang sudah dikasi tau untuk dikontak untuk dapatin kunci.

Kalau itu asrama, biasanya di sana, nanti kita akan mendapat surat kontrak dari ruangan yang ingin kita tempati. Selanjutnya akan dituntun, diberikan map, untuk mendapatkan alamat gedung kita. Setelah alamat gedungnya dapat, temui hausmaister (yang mengurusi satu gedung). Biasanya, studentenwerk akan memberitahu kita sebelumnya, jam berapa kita bisa bertemu untuk kemudian mengambil kunci. Biasanya hanya diberi 2 kunci. Satu kunci mail-box, dan satu lagi kunci yang bisa digunakan untuk: pintu utama gedung, pintu masuk flat serta pintu kamar sendiri.

Demikian juga kalau memilih tinggal di hunian privat, menghubungi pihak pengelola gedung adalah yang pertama dilakukan setelah tiba di kota tujuan. Lalu pengelola gedung biasanya akan menghubungkan si calon pengontrak kepada perusahaan untuk dibuatkan kontrak rumah (atau sesuai dengan perjanjian). Kontrak rumah dan passport adalah dua hal yang perlu dibawa ke kantor imigrasi untuk mendaftar.

Oh ya, saat melapor di studentenwerk, biasanya mereka sekaligus menawarkan (menjual) peralatan dapur dan perlengkapan untuk tidur. Ini sangat memudahkan jika Anda tidak ingin repot dan tidak tahu sama sekali orang Indonesia di daerah yang baru. Namun kalau ada yang dikenal, atau dana awal dari Indonesia terbatas, sebaiknya tidak usah. Karena, kita bisa minta ditemani untuk membeli. Disamping kemungkinan kita bisa mencari barang yang harganya lebih cocok dengan kita, juga, tentu lebih banyak pilihan. Selain itu, sesama mahasiswa Indonesia biasanya saling mewariskan barang ketika sudah lulus. Jadi, peralatan dapur mungkin tidak terlalu mendesak, walau selimut tetap diperlukan.

  1. Mendaftar ke kantor Imigrasi

Kantor Imigrasi buka dari Pukul 08:00 am sampai 06:00 pm. Untuk mendapatkan antrian, perlu mengambil nomor terlebih dahulu di mesin yang sudah tersedia (pendatang baru sering tidak tahu). Selanjutnya, silahkan ditunggu. Mereka jarang berbahasa Inggris, jadi, kalau tidak bisa berbahasa Jerman, minta ditemani yang bisa berbahasa Jerman, atau, buatkan catatan kecil sendiri lalu hafal (ini dulu saya lakukan waktu pertama datang).

Sebagai pendatang baru Anda akan mendapat bingkisan selamat datang, berisi informasi tentang kota yang dituju beserta satu minggu tiket gratis yang bisa dipakai bepergian dalam kota. Tujuannya, untuk memudahkan mahasiswa yang belum memiliki kartu mahasiswa, jadi pemerintah kota memfasilitasi mahasiswa baru untuk mengurus kedatangannya dengan tiket seminggu tersebut (banyak mahasiswa baru yang tidak tahu hal ini, jadinya beli tiket lagi padahal sudah diberikan). Untuk Dresden, pemerintah kota juga memberikan 150 euro kepada tiap mahasiswa baru asing beberapa bulan selanjutnya, informasinya bisa didapatkan dari studentenwerk atau teman-teman (jadi tetap update informasi). Asik ya! Udah kuliahnya biaya murah, dikasi duit buat beli peralatan tidur dan peralatan dapur serta peralatan mandi lagi, atau kalau mau pilih buat beli jaket musim dingin juga cukup 🙂

Yang pasti, surat dari kantor imigrasi ini sangat penting untuk urusan-urusan selanjutnya, semisal, membuka rekening bank Jerman, membuat kontrak telepon, dan kemudian mendaftar ulang ke universitas serta memperpanjang visa.

  1. Membuka Bank Jerman

Ada beberapa pilihan bank, seperti: Deutsche Bank, Sparkasse Bank atau Post Bank. Saya selalu menganjurkan membuka Deutsche Bank, walau saya sendiri memiliki Sparkasse Bank, namun, terserah saja sekiranya Anda ingin mengikuti refrensi rating bank terbaik di Jerman juga bisa.

Membuka bank, kadang memerlukan termin, kadang bisa langsung. Setelah itu, kita akan menunggu bank account diaktifkan. Untuk itu, kita akan dikirim, atm dan password dalam surat yang terpisah lewat post.

  1. Membeli nomor telepon Jerman

Ada beberapa jenis provider, semisal T-mobile atau O2. Namun, karena masyarakat Indonesia rata-rata memakai nomor O2, dimana, nantinya akan lebih mudah untuk saling menghubungi (gratis telepon atau sms sesama O2), mungkin lebih baik memilih O2.

Kalau masa study nya lama, mungkin membeli nomor dengan tipe kontrak akan jadi pilihan terbaik. Dan untuk ini biasanya kita perlu rekening bank dan passport. Namun, semisal hanya tinggal beberapa bulan, seperti mahasiswa program Erasmus Mundus atau program sandwich, membeli kartu pre-paid lebih baik. Hati-hati dengan tipe yang kontrak, ada beberapa mahasiswa Indonesia yang terjebak dengan kontrak O2, jadi harus jelas dari awal.

  1. Mendaftar Asuransi

Semua orang yang tinggal di Jerman wajib memiliki asuransi. Demikian hal nya dengan mahasiswa asing darimanapun asalnya. Kalau asuransi Anda tidak diurus oleh tim pemberi beasiswa, maka ada dua jenis pilihan asuransi pemerintah atau swasta.

Asuransi pemerintah ada dua, TK  dan AoK. Dua-duanya sama saja, dan, tentunya dengan memiliki asuransi pemerintah, urusan ke dokter lebih mudah dan juga urusan dokumen (memperpanjang visa).

Asuransi swasta, bisa dicari sendiri lewat internet, ada banyak, namun hati-hatilah sebelum memutuskan untuk bergabung.

  1. Mendaftar Ulang ke Universitas

Dalam zulassung (surat tanda diterima Universitas), semua sudah dijelaskan dengan baik, dokumen apa saja yang diperlukan untuk dibawa ke Akademische Auslandsamt (AAA).

Biasanya, kalau fakultas menunjuk tutor untuk menemani masa orientasi kampus, maka tutor tersebut akan sangat memudahkan dalam urusan awal. Namun, kalaupun tidak, tidak perlu khawatir, apalagi kalau sudah sampai di tahap ini semua pasti bisa dikerjakan sendiri.

Setelah mendaftar ulang, biasanya akan diberikan formulir warna kuning, agar membayar uang kuliah sekitar 220,-an euro. Jika rekening bank belum aktif, biasanya kita akan dikenakan tambahan biaya 20 euro. Dan kalau memiliki teman Indonesia yang sudah ada bank, boleh minta tolong, ditransfer lewat bank nya, lalu diberikan cash saja (20 euro bisa dua kali makan siang prasmanan di bawah hauptbahnhof :-D).

  1. Memperpanjang Visa

Visa yang diberikan oleh kedutaan Jerman di Jakarta hanya berlaku sampai pertengahan Desember, karena itu, untuk memperpanjang visa, silahkan dihubungi website kantor imigrasi untuk kemudian dibuatkan termin bertemu.

Dan yang pasti, bagi mereka yang belum turun dana beasiswa, silahkan dipersiapkan dana awal. Deposit untuk asrama sekitar 200-300 euro, lalu biaya sewa asrama sekitar 200-350 euro satu bulan, lalu uang kuliah (reguler) satu semester 220,-an euro, biaya hidup, keperluan tiket kereta atau bus dari Berlin-Dresden atau Frankfurt-Dresden saat pertama kali tiba di Jerman. Ya, mungkin sekitar 1000 euro harus dibawa dalam bentuk cash.

Semoga informasi ini membantu, saya terpikir menuliskannya karena saya pernah merasa kesulitan mencari informasi dihari-hari pertama tiba di Jerman, sepuluh tahun lalu, tidak tahu sama sekali mahasiswa Indonesia. Dan beberapa tahun terakhir, saya merasa bahwa informasi ini (tetap) penting diketahui mereka yang diterima dan memutuskan melanjutkan kuliah di sini.

Jika ada yang ingin ditanyakan, dengan senang hati, silahkan saya dikontak lewat inbox.

Salamku.

Advertisements

9 Comments Add yours

  1. Ria says:

    Wow! sudah 10 tahun di sana?

    1. Betul mbak, sudah jalan 11 tahun 🙂

  2. diliat-liat, orientation nya mirip lah sama di US sini. cuma kayaknya refreshment kampusku kagak ada pake bbq an segala deh (ngiri aja gitu hahahaahahaha…cuma sandwich sama lunch pakai Chinese/American food aja lol). yang serunya itu kalau pas orientation dicombine sama student local, waktu 1,5 year ago kita dikumpulin di auditorium ada acara joget2 nyanyi2 segala..yang kasihan nya waktu ada presentation ttg masing2 major. buset major engineering sama business itu mendominasi banget..major aku kayak arts kagak keliatan hahaha..:D

    bingkisan selamat datang enak bener… disini cuma welcome note pakai kertas.. kagak ada bingkisan or duit…:P

    oh tmobile ada di jerman juga..kukira cuma di US aja..;)

    1. Haha… sekarang di sini mereka servis nya semakin dibenahi dek, menarik para pelajar dari negara lain untuk belajar di sini. kalo aslinya, orang jerman sangat kaku tapi untungnya mereka sangat sistimatis (ikut aturan), bisa dikata bingung kalo nggak ada yang mau diikutin. Gitu juga dengan persoalan kampus.

      Cc pengen juga ngalamin suasana kampus di sana, pasti seru. cuma, masa mau ngulang doktoran lagi atau malah master kalo mau cepetan gitu. Bersyukur lah dek sudah ada di tempat bagus sekolahnya, itu saja yang cc lakukan juga. Semoga ilmu yang kita dapat bisa berguna bagi orang lain kelak, gitu kan yah dek.

    2. Oh ya, t mobile itu perusahaan jerman dek, jadi ada juga di jerman tentunya.

  3. Liza Fathia says:

    Di berlin ngambil master atau apa mbak? HU atau FU??

    1. dulu ngambil dua-duanya mbak, dari master baru doktor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s