Mengunjungi Pasar Natal Gendarmenmarkt

11031964_1650179951916349_3334025782067427910_n

Setelah bayar tiket masuk, diperiksa petugas, kita pun mengunjungi kios-kios yang menjual berbagai macam di dalam Pasar Natal Berlin. Tidak lupa, kita menikmati sajian hangat di sana. Apa lagi yang khas dari Pasar Natal selain glühwein (anggur yang dihangatkan).
Entah karna saya makin kebal, tapi rasa glühwein kali ini makin tipis…
Oh ya, kita juga bisa dapat glühwein tanpa alkohol di Pasar Natal.
.
Selamat pagi teman! Semoga hari nya menyenangkan, ini coretan kedua di advent pertama, ditulis sambil ngantuk-ngantuk

552b2c1e6ea834397a8b4567

Foto: Mengunjungi Pasar Natal Gendarmenmarkt.
Berlin, 2015
.
Sebenarnya, pasca penemuan bom di Berlin seminggu setelah bom di Paris, saya membatasi pergi-pergi ke tempat ramai. Biar dikata udah niatin untuk tidak pergi-pergi, bosan juga di rumah. Udah selesai beresin rumah, pindahin tanaman (sampe potong-potong bagian yang rusak juga iya), nonton satu film juga udah. Akhirnya pukul 20:00 an dia telpon dan bilang, “kayanya enak nih cobain restoran yang di sono (dia nyebut alamat)”. Aku sambut lah dengan tawaran baik, “gimana kalo kita ke Pasar Natal saja? Kita bisa makan makanan pasar Natal, kan lebih asik?” Dia langsung geleng kepala menolak proposal pasar Natal ku. “Itu rame tempatnya, beda!” katanya singkat.
.
Gak mau kalah, aku mengajukan opsi lain “kan Pasar Natal Gendarmenmarkt diperiksa masuknya, jadi aman. Gimana kalo kita ke sana?” Walau dia juga masih geleng-geleng sambil bilang kalo aku memang keras kepala, akhirnya dia nurut juga.
.
Jadilah kita mengunjungi Pasar Natal Gendarmenmarkt yang terkenal itu. Setelah sepuluh tahun lebih di Jerman, baru kali ini saya ke sana. Senang? Banget. Akhirnya bisa melihat salah satu pasar Natal terbaik di Jerman. Sebenarnya, kata terbaik mengacu kepada letaknya saja. Dimana pasar Natal ini berada diantara tiga gedung menarik Deutsche Dom, Konzerthaus and Franzozische Friedrichstadtkirche.
.
Lalu, konsep apa yang menarik di sana? Selain tenda nya yang menurutku menarik, mereka membuka satu tempat yang menjual hasil kerajinan tangan. Disini kerajinan tangan dihargai lebih mahal dibanding buatan pabrik. Lumayan lah cuci mata melihat-lihat hiasan Natal, assesoris dan pernak pernik buat perempuan, baju, tas, dan masih banyak lagi dijual di tempat khusus tersebut. Oh ya, jaket musim dingin juga ada. Kebayang gimana ngerjainnya pakai tangan, keren-keren yang pasti.
.
Terus gimana cerita makannya? Kita makan bratwurst dengan senf (aku paling suka soalnya), juga minum glühwein (anggur yang dihangatkan). Rencananya dari rumah, aku pengen beli gelas glühwein dengan membayar 3 Euro per gelas (biasanya jadi souvenir), tapi gambarnya kurang menarik menurutku jadi batal lah. smile emoticon
.
‪#‎adventtestimony2015‬ ‪#‎Day2‬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s