Mengintip Orang Jerman Bekerja

Dari 7 sampai 8 jam kerja kantor dalam sehari, berapa lama kita duduk? Bisa dikatakan, separuh waktu atau bahkan lebih. Kecenderungan prosentase ini akan bertambah besar jika seseorang bekerja di depan komputer. Dan akan lebih besar lagi, jika ke kantor berangkat naik mobil, lalu kegiatan setelah pulang dari kantor duduk sambil nonton televisi atau hal lain yang membuat seseorang duduk. Karena itu, selain masalah radiasi mata karena komputer, permasalahan karena duduk lama menjadi umum di masa ini, seperti obesitas , ginjal {1} dan diabetes {2}.

Tinggal di Jerman dalam beberapa tahun terakhir menambah pengalaman tersendiri bagi saya terkait cara orang Jerman menggeluti pekerjaan. Berada diantara teman-teman dari berbagai negara, baik di institute universitas ataupun di kantor pribadi Professor, sebenarnya tidak hanya orang Jerman yang menarik untuk diamati. Namun berhubung 80% dari mereka adalah orang Jerman, maka dalam kesempatan ini, saya ingin mencoba berbagi  secara umum apa yang saya perhatikan dari mereka, yang menurut saya cukup baik dan mendorong untuk bertanggungjawab dengan pekerjaan, juga bekerja dengan cepat dan teliti.

***

Makanan diimbangin dengan rajin bergerak

Terlepas dari orang Jerman suka ngemil makanan sehat, apel, pir, pisang atau wortel, tapi makanan-makanan dengan berlemak tinggi juga sangat banyak dikonsumsi. Pertama kali saya datang ke Jerman, terkadang saya bertanya, bagaimana bisa orang-orang mengkonsumsi makanan berlemak tinggi (sering baca keju sampai 60%?) tapi tidak bermasalah obesitas. Apalagi misalnya seperti teman-teman yang bekerja di institute, mereka duduk seharian dimana rentan dengan masalah yang disebutkan 3 di atas.

Namun, pada akhirnya saya paham bahwa tuntutan cuaca memang membuat pemilihan makanan demikian. Dan untuk mengimbangi hal tersebut orang Jerman memang tidak malas bergerak, lihat saja, bahkan saat musim dinginpun mereka punya banyak jenis olahraga, winter sports.

Disamping itu, mereka lebih memilih tinggal dekat dengan tempat pekerjaan. Sehingga, mereka bisa naik sepeda atau dengan jalan kaki ke tempat kerja. Insitute kami bertempat di lantai empat. Lift nya jarang terlihat dipakai karena rata-rata mereka memilih naik tangga baik saat berangkat, saat keluar makan siang ataupun pulang.

Menghindari lembur.

Datang lebih awal ke tempat bekerja bagi orang Jerman merupakan hal biasa. Bahkan  sebagian teman saya sudah memiliki anak datang jauh lebih awal lagi. Dimana setelah mengantar anak ke sekolah, mereka bisa langsung berangkat ke institute walau sebenarnya tidak tanggung juga kalau mau pulang, karena anak sudah diantar sebelum pukul 07:00 pagi, sementara, di institute rata-rata hadir pukul 09:00 pagi. Dua jam itu adalah waktu yang lumayan, apalagi karena jarak rumah-instite juga tidak jauh.

Buat kebanyakan mereka, tiap hari adalah seolah hari pertama masuk bekerja, datang lebih awal, dan itu luar biasa menurut saya. Sebagian dari mereka bahkan memilih untuk minum kopi di tempat bekerja. Sisi positif yang saya lihat adalah bahwa mereka selalu punya waktu untuk bersiap-siap jika diberi tugas lebih banyak atau dadakan. Jangan tanyakan tentang pemanasan (baca:check email, facebook atau jejaring sosial lainnya), kalau memang merasa perlu pemanasan, waktu mengopi itu sudah cukup. Saya sendiri jadi malu, membuka halaman yang tidak penting selain jam istirahat karena tidak pernah tertangkap mata saya mereka membuka internet yang tidak terkait pekerjaan. Bahkan, untuk kantor pemerintahan (menurut informasi kakak ipar), membuka komputer untuk urusan pribadi itu tidak disarankan. Tidak salah, orang Jerman cenderung bekerja dengan sungguh-sungguh, tidak ada potongan-potongan waktu untuk yang lain. Mereka jarang lembur karena itu jarang terdengar uang lembur. Disisi lain, pengaruhnya adalah mereka punya waktu untuk diri sendiri dan keluarga lebih banyak, juga punya waktu yang cukup untuk beristirahat.

Beberapa tahun di sini saya merasa bahwa orang Jerman termasuk teladan dalam hal. Banyak dari mereka terkesan kaku karena jarang juga terdengar humor namun bisa menjadi teladan ketika melihat mereka membuat rutinitas itu menjadi tidak membosankan. Saya melihat bahwa mereka bisa sama sekali tidak terganggu oleh hal-hal lain, bahkan, dengan tegas untuk tidak mau terganggu ketika harus fokus dengan pekerjaan. Saya juga melihat bahwa ketika mereka bekerja tidak hanya pikiran saja yang ada di sana tapi seluruh kehidupannya.

Image

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Nopel Silitonga says:

    negara luar jauh lebih gigih dan mantap dalam bekerja di bandingkan di Indonesia
    #fakta

    1. Secara umum, demikian juga yang saya lihat dek. dan semoga ke depan generasi kita akan lebih bagus lagi.

      §berharap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s