Tradisi Merayakan Natal di Jerman

1356297524865725690
(dekorasi palungan di gereja Berliner Dom-Berlin. Salah satu dekorasi Natal favorit saya)

Hari Natal adalah hari yang dinantikan oleh segenap umat Kristiani di seluruh dunia. Secara umum, perayaan Natal identik dengan kehadiran pohon terang atau pohon Natal, krans Natal dengan empat lilin advent nya, kidung-kidung Natal dan juga saling mengucapkan selamat Natal atau berkiriman kartu Natal. Walau Inti dari perayaan Natal sendiri adalah memperingati kelahiran sang Mesias yaitu Yesus Kristus lebih dari 2000 tahun lalu di Betlehem, namun, cara memperingatinya di berbagai negara berbeda-beda.

Tradisi memperingati hari Natal berkembang terkait dengan pemahaman juga budaya bangsa. Secara umum, malam Natal dirayakan pada tanggal 24 Desember dan hari Natal jatuh pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya. Namun, beberapa gereja di Eropa Timur, sebut saja gereja Ortodoks di Rusia, mereka merayakan malam Natal tanggal 6 Januari dan hari Natal tanggal 7 Januari terkait dengan perayaan Epifania (merayakan kelahiran dan babtisan Yesus).

Di Jerman sendiri, tradisi merayakan Natal atau disebut Weihnachten dimulai saat gereja memasuki masa advent, yaitu empat minggu sebelum hari Natal. Masa advent ditandai dengan kehadiran pasar Natal atau dikenal dengan weihnachtsmarkt dimana pasar musiman ini menjual berbagai macam pernak-pernik Natal, kebutuhan musim dingin, juga makanan dan minuman Natal. Seiring dengan dibukanya Pasar Natal maka Weihnachtspyramiden (Piramid Natal) menjadi satu ciri dari  Pasar Natal di Jerman yang sebenarnya adalah menggambarkan pohon Natal. Selain itu, kue khas Natal Stollen (kue yang berisi buah kering lalu ditaburi gula), Lebkuchen (kue-kue dengan rasa mengandung rempah-rempah) dan glühwein (anggur yang terlebih dahulu dihangatkan) adalah jajanan Natal yang tidak pernah sepi dari pengunjung pasar Natal.

(Piramid Natal di Pasar Natal Alexanderplatz Berlin 2012 (dokumentasi pribadi))

Saat memasuki advent pertama, jalan-jalan utama di Jerman sudah berhias ornamen Natal, dan bagi  umat Kristiani biasanya mereka mulai menghias jendela dengan hiasan-hiasan Natal juga lampu berwarna-warni, termasuk juga di balkon atau di halaman rumah. Tradisi membuat weihnachtsplätzchen atau kue Natal (kering) yang memiliki  bentuk-bentuk unik seperti pohon Natal, snowman, santa, bintang dan lainnya juga sudah dimulai sejak awal masa advent.

(weihnachtsplätzchen kue kering khusus Natal. Sumber di sini)

Tradisi menggunakan advent kalender yang diperkenalkan di awal abad ke 19 oleh gereja Lutheran di Jerman tetap berlangsung hingga saat ini. Pada awalnya, kehadiran kalender advent yang terdiri dari 24 jendela kecil yang didalamnya berisi cokelat, hanyalah untuk menambah semangat anak-anak dalam menyambut Natal, dimana setiap harinya jendela-jendela kecil itu hanya boleh dibuka satu. Nyatanya saat ini, penggunaan advent kalender semakin bervariasi dan tidak terbatas hanya untuk anak-anak saja.

(Salah satu variasi advent kalender dari bahan rajutan menjadi hiasan Natal di rumah (dokumentasi pribadi))

Perayaan Sankt Nikolaus atau Santo Nikolas yang jatuh pada tanggal 6 Desember adalah hari yang ditunggu oleh anak-anak selain menunggu membuka jendela-jendela kalender advent. Sehari sebelumnya, anak-anak akan meninggalkan sepatunya yang baru atau bersih di depan pintu dengan harapan Nikolas akan mengisinya dengan cokelat, permen atau makanan-makanan yang manis. Saat ini, bukan hanya anak-anak yang melakukannya tetapi sudah terbawa menjadi tradisi. Buktinya tanggal 6 Desember kemarin saya juga menemukan cokelat di dekat sepatu saya yang kotor. Tahu begitu, kan saya bersihin dulu sepatunya. Haha.

(Cokelat di hari Sant Nikolaus tahun ini, yang diletakkan oleh teman satu flat di dekat sepatu.(dokumentasi pribadi))

Memasuki advent ke empat, seperti hari ini Minggu 23 Desember 2012, gereja sudah menyalakan ke empat lilin krans Natal. Seiring dengan itu, umat Kristiani di Jerman juga akan menghias pohon Natal di rumah yang biasanya di tempatkan di ruang tamu atau di dekat perapian di ruang keluarga. Karena di sini pada umumnya menggunakan pohon cemara khusus yang hidup untuk pohon Natal (bukan dari bahan plastik), maka mereka akan mulai menghias pohon Natal sehari sebelum malam Natal atau bahkan jelang malam Natal, tanggal 24 Desember agar daun-daun cemara itu terlihat segar.

(krans advent 2012 dengan empat lilin di altar gereja)
(Saat kita Natalan bersama keluarga Jerman. Pohon Natal dengan cemara asli, juga krans Natal dengan empat lilin di atas meja.)

Pada saat misa malam Natal, gereja biasanya akan penuh. Karena tidak hanya mereka yang rutin beribadah mingguan yang hadir di malam Natal bahkan bukan hanya umat Kristiani saja (pada akhirnya, memang untuk sebagian masyarakat Jerman, mengikuti misa malam Natal menjadi tradisi).

(Saat paduan suara Anglican church dari London perwakilan Berlin mengisi acara Natal 2012 di gereja (dokumentasi pribadi))

Setelah ibadah dari gereja selesai, biasanya akan dilanjutkan makan malam bersama keluarga di rumah.Menu makan malam istimewa biasanya hadir di malam Natal, seperti weihnachtsgans atau angsa panggang spesial Natal, schäufele atau daging ham yang diasapi, wurst (sosis) lalu akan disajikan dengan variasi kentang, sauerkraut (kubis yang diiris tipis-tipis dan difermentasikan) tidak lupa jenis-jenis salad yang menyegarkan. Makan malam biasanya ditutup dengan makanan yang manis seperti creme buah danbratafeln (apel panggang) saus cokelat atau vanilla. Setelah makan malam, masih akan diikuti oleh serangkaian acara keluarga lainnya termasuk menikmati kue-kue Natal dan wine bersama di ruang keluarga, tukar kado (tepatnya orang tua atau orang yang lebih tua biasanya menyediakan kado) lalu beramah tamah sampai larut malam.

(tipikal cara menyajikan makan malam di malam Natal, kentang-angsa panggang dan saus nya-kubis merah atau putih dan wine. sumber: wikipedia.org

Tradisi mudik tidak hanya dikenal di tanah air. Di Jerman sendiri, libur Natal digunakan untuk berkumpul dengan keluarga tidak terkecuali bagi mereka yang tidak merayakan Natal. Karena itu, dua-tiga hari menjelang Natal, bahkan untuk kota sebesar Berlin atau Dresden akan terasa sepi dibanding biasanya. Orang-orang sudah berkumpul dengan keluarga masing-masing untuk merayakan Natal atau pergi berlibur bersama keluarga.

Tepat tanggal 24 Desember, biasanya toko-toko hanya akan buka setengah hari walau ada juga yang buka sampai pukul 02:00 atau 03:00 sore. Dan ketika malam sudah mulai menjemput, kota akan terasa lengang seperti saat Lebaran di Jakarta, dimana jalanan juga sepi. Jadi, jangan pernah berharap makan malam istimewa di luar setelah misa malam Natal, karena restoran juga tutup kecuali fast food seperti Mc. Donald.

Pada tanggal 25 dan tanggal 26 Desember diperingati sebagai hari Natal pertama dan kedua, dimana ibadah Natal tetap dilaksanakan di gereja. Walau bagi umat Kristiani Jerman, malam Natal seolah adalah puncak perayaan Natal itu sendiri, karena tanggal 25 dan 26 Desember gereja tidak akan sesak pengunjung seperti pada saat malam Natal.

Buat saya sendiri, tradisi masyarakat Jerman merayakan Natal menjadi sesuatu hal yang menarik untuk diikuti, tidak hanya dari segi tata ibadahnya namun juga dari segi paduan unsur budayanya. Sehingga, walaupun terkadang saya merayakan Natal tanpa keluarga, kehangatan Natal tetap bisa saya rasakan melalui orang-orang disekeliling.

***

OOT:

Semoga komentar Mas Syaripuddin di artikel ini yang masih menyiratkan keraguan bisa terjawab di bagian paragraf awal tulisan saya. Bahwa bukan

“orangnya atu, tapi tanggal lahirnya berbeda-beda.”

tapi perayaan Natal itu sendiri berkembang terkait dengan sejarah, pemahaman, dan budaya bangsa.  Seperti Kristen Ortodoks atau gereja-gereja di timur yang merayakan malam Natal tanggal 6 Januari dan Natal tanggal 7 Januari berdasarkan perayaan Epifania, mereka merayakan hari kelahiran sekaligus hari dibabtis nya Yesus karena bagi mereka, dua-duanya sama penting.

Dan pada intinya, Natal adalah memperingati kelahiran Sang Mesias, tidak penting tanggalnya berapa, tidak penting dengan tradisi seperti apa. Karena tujuannya hanya satu, merayakan kedatanganNya ke dunia untuk menggenapi janji Allah.

***

Selamat Menyambut Natal buat teman-teman yang merayakan!

Damai dan sukacita Natal menyertai.

1356292535757109064

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s