Kuliah di Jerman: Persiapan Mahasiswa Baru

Kuliah di Jerman: Persiapan Mahasiswa Baru

REP | 9 October 2012 01:29  191    8    3 bermanfaat

 
Selama satu minggu sudah, dari tanggal 1-5 Oktober 2012, masa pengenalan kampus di Technische Universität Dresden berlangsung. Saya tidak mengetahui persis jumlah mahasiswa baru untuk winter semester 2012/2013 ini. Yang pasti, hampir semua jurusan membuka kelas baru pada saat winter semester di universitas teknologi ini.
Disamping acara penyambutan mahasiswa baru yang dilakukan oleh Rektor, lengkap diiringi musik orkestra universitas, tiap-tiap fakultas juga mengadakan acara sendiri-sendiri. Mulai dari acara yang terbilang serius, semisal pengenalan mata kuliah beserta para Professor yang membawahi institusi terkait, serta acara barbeque untuk mahasiswa baru. Tujuannya, untuk saling mengakrabkan, dan terkadang kegiatan ini juga dihadiri oleh Professor.
Kali ini, saya hanya ingin berbagi beberapa hal baru yang juga penting diketahui sebagai mahasiswa baru di negara bagian Saxony, Jerman. Dan kondisi ini juga kurang lebih sama di negara bagian lain di Jerman. 
1. Melapor ke asrama atau rumah hunian
Yang pertama sekali dilakukan setelah tiba di Dresden adalah melaporkan ke pihak studentenwerk (asrama). 
Studentenwerk Dresden @ www.studentenwerk-dresden.de/wohnen
Di sana, nanti kita akan mendapat surat kontrak dari ruangan yang ingin kita tempati. Selanjutnya akan dituntun, diberikan map, untuk mendapatkan alamat gedung kita. Setelah alamat gedungnya dapat, temui hausmaister (yang mengurusi satu gedung). Biasanya, studentenwerk akan memberitahu kita sebelumnya, jam berapa kita bisa bertemu untuk kemudian mengambil kunci. Biasanya hanya diberi 2 kunci. Satu kunci mail-box, dan satu lagi kunci yang bisa digunakan untuk: pintu utama gedung, pintu masuk flat serta pintu kamar sendiri.
Demikian juga kalau memilih tinggal di hunian privat, menghubungi pihak pengelola gedung adalah yang pertama dilakukan setelah tiba di Dresden. Lalu pengelola gedung biasanya akan menghubungkan si calon pengontrak kepada perusahaan untuk dibuatkan kontrak rumah (atau sesuai dengan perjanjian). Kontrak rumah dan passport adalah dua hal yang perlu dibawa ke kantor imigrasi untuk mendaftar. 
Oh ya, saat melapor di studentenwerk, biasanya mereka sekaligus menawarkan (menjual) peralatan dapur dan perlengkapan untuk tidur. Ini sangat memudahkan jika Anda tidak ingin repot dan tidak tahu sama sekali orang Indonesia di Dresden. Namun kalau ada yang dikenal di Dresden, atau dana awal dari Indonesia terbatas, sebaiknya tidak usah. Karena, kita bisa minta ditemani untuk membeli. Disamping kemungkinan kita bisa mencari barang yang harganya lebih cocok dengan kita, juga, tentu lebih banyak pilihan. Selain itu, sesama mahasiswa Indonesia di Dresden biasanya saling mewariskan barang ketika sudah lulus. Jadi, peralatan dapur mungkin tidak terlalu mendesak, walau selimut tetap diperlukan.
2. Mendaftar ke kantor Imigrasi
Kantor Imigrasi buka dari Pukul 08:00 am sampai 06:00 pm. Untuk mendapatkan antrian, perlu mengambil nomor terlebih dahulu di mesin yang sudah tersedia (pendatang baru sering tidak tahu). Selanjutnya, silahkan ditunggu. Mereka jarang berbahasa Inggris, jadi, kalau tidak bisa berbahasa Jerman, minta ditemani yang bisa berbahasa Jerman, atau, buatkan catatan kecil sendiri lalu hafal (ini dulu saya lakukan waktu pertama datang). 
Sebagai pendatang baru di Dresden Anda akan mendapat bingkisan selamat datang, berupa satu kantong berwarna kuning berisi informasi tentang Dresden beserta satu minggu tiket gratis yang bisa dipakai bepergian dalam kota. Tujuannya, untuk memudahkan mahasiswa yang belum memiliki kartu mahasiswa, jadi pemerintah kota memfasilitasi mahasiswa baru untuk mengurus kedatangannya di Dresden dengan tiket seminggu tersebut (banyak mahasiswa baru yang tidak tahu hal ini, jadinya beli tiket lagi padahal sudah diberikan). Disamping itu, pemerintah Dresden juga memberikan 150 euro kepada tiap mahasiswa baru asing beberapa bulan selanjutnya, informasinya bisa didapatkan dari studentenwerk atau teman-teman (jadi tetap update informasi). Asik ya! Udah kuliahnya biaya murah, dikasi duit buat beli peralatan tidur dan peralatan dapur serta peralatan mandi lagi, atau kalau mau pilih buat beli jaket musim dingin juga cukup 🙂
Yang pasti, surat dari kantor imigrasi ini sangat penting untuk urusan-urusan selanjutnya, semisal, membuka rekening bank Jerman, membuat kontrak telepon, dan kemudian mendaftar ulang ke universitas serta memperpanjang visa.
3. Membuka Bank Jerman
Ada beberapa pilihan bank, seperti: Deutsche Bank (ada di daerah pertokoan Prager Strasse), Sparkasse Bank (di dekat Akademische Auslandsamt (AAA)) atau Post Bank (bisa di daftar di Deutsche Post, ada di Altmarkt galery). Saya selalu menganjurkan membuka Deutsche Bank, walau saya sendiri memiliki Sparkasse Bank, namun, terserah saja sekiranya Anda ingin mengikuti refrensi rating bank terbaik di Jerman juga bisa. 
Membuka bank, kadang memerlukan termin, kadang bisa langsung. Setelah itu, kita akan menunggu bank account diaktifkan. Untuk itu, kita akan dikirim, atm dan password dalam surat yang terpisah lewat post.
4. Membeli nomor telepon Jerman
Ada beberapa jenis provider, semisal T-mobile atau O2. Namun, karena masyarakat Indonesia rata-rata memakai nomor O2, dimana, nantinya akan lebih mudah untuk saling menghubungi (gratis telepon atau sms sesama O2), mungkin lebih baik memilih O2. 
Kalau masa study nya lama, mungkin membeli nomor dengan tipe kontrak akan jadi pilihan terbaik. Dan untuk ini biasanya kita perlu rekening bank dan passport. Namun, semisal hanya tinggal beberapa bulan di Dresden, seperti mahasiswa program Erasmus Mundus atau program sandwich, membeli kartu pre-paid lebih baik. Hati-hati dengan tipe yang kontrak, ada beberapa mahasiswa Indonesia yang terjebak dengan kontrak O2, jadi harus jelas dari awal.
5. Mendaftar Asuransi
Semua orang yang tinggal di Jerman wajib memiliki asuransi. Demikian hal nya dengan mahasiswa asing darimanapun asalnya. Kalau asuransi Anda tidak diurus oleh tim pemberi beasiswa, maka ada dua jenis pilihan asuransi, pemerintah atau swasta. 
Asuransi pemerintah ada dua, TK (ada di depan teknik mesin) dan AoK (ada di dekat studentenwerk). Dua-duanya sama saja, dan, tentunya dengan memiliki asuransi pemerintah, urusan ke dokter lebih mudah dan juga urusan dokumen (memperpanjang visa). 
Asuransi swasta, bisa dicari sendiri lewat internet, ada banyak, namun hati-hatilah sebelum memutuskan untuk bergabung.
6. Mendaftar Ulang ke Universitas
Dalam zulassung (surat tanda diterima Universitas), semua sudah dijelaskan dengan baik, dokumen apa saja yang diperlukan untuk dibawa ke Akademische Auslandsamt (AAA). 
Akademische Auslandsamt (AAA) @ www.tu-dresden.de/internationales
Biasanya, kalau fakultas menunjuk tutor untuk menemani masa orientasi kampus, maka tutor tersebut akan sangat memudahkan dalam urusan awal. Namun, kalaupun tidak, tidak perlu khawatir, apalagi kalau sudah sampai di tahap ini semua pasti bisa dikerjakan sendiri.
Setelah mendaftar ulang, biasanya akan diberikan formulir warna kuning, agar membayar uang kuliah sekitar 220,-an euro. Jika rekening bank belum aktif, biasanya kita akan dikenakan tambahan biaya 20 euro. Dan kalau memiliki teman Indonesia yang sudah ada di Dresden, boleh minta tolong, ditransfer lewat bank nya, lalu diberikan cash saja (20 euro bisa dua kali makan siang prasmanan di bawah hauptbahnhof :-D).
7. Memperpanjang Visa
Visa yang diberikan oleh kedutaan Jerman di Jakarta hanya berlaku sampai pertengahan Desember, karena itu, untuk memperpanjang visa, silahkan dihubungi website kantor imigrasi untuk kemudian dibuatkan termin bertemu.
Dan yang pasti, bagi mereka yang belum turun dana beasiswa, silahkan dipersiapkan dana awal. Deposit untuk asrama sekitar 200-300 euro, lalu biaya sewa asrama sekitar 200-350 euro satu bulan, lalu uang kuliah (reguler) satu semester 220,-an euro, biaya hidup, keperluan tiket kereta atau bus dari Berlin-Dresden atau Frankfurt-Dresden saat pertama kali tiba di Jerman. Ya, mungkin sekitar 1000 euro harus dibawa dalam bentuk cash.
Semoga informasi ini membantu, saya terpikir menuliskannya karena saya pernah merasa kesulitan mencari informasi dihari-hari pertama tiba di Jerman, tidak tahu sama sekali mahasiswa Indonesia. Dan beberapa tahun terakhir, saya merasa bahwa informasi ini (tetap) penting diketahui mereka yang diterima dan memutuskan melanjutkan kuliah di sini.
Jika ada yang ingin ditanyakan, dengan senang hati, silahkan saya dikontak lewat inbox. 
Salamku.
Advertisements

5 Comments Add yours

  1. novranza says:

    Danke Ihnen 🙂
    Ihre Information helfen neuen Studenten sehr

  2. Novranza says:

    Mbak.,,
    tolong info seputar kehidupan mahasiswa S2 di TU Dresden dong 🙂
    makasih

  3. Betsy says:

    Selamat siang bu, nama saya Ichie and terima kasih banyak untuk informasi yang sangat membantu saya untuk membuat plan apa yang harus saya lakukan pertama kali ketika sampai di Jerman. Saya akan kuliah di Berlin. Saya ingin bertanya ketika mendaftar di kantor imigrasi itu sekaligus memperpanjang visa kita atau bagaimana? Setiap mahasiswa yang mendapatkan student visa pertama kali hanya mendapatkan 3 bulan pertama. itu apa bisa langsung di perpanjang disana atau bagaimana? Selain itu juga document apa yang harus dipersiapkan untuk memperpanjang visa disana?

    Terima kasih banyak dan ditunggu responnya:)

  4. Nanti dua-duanya akan sekaligus saya jawab lewat tulisan ya, maaf baru sempat buka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s